Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pemerintah Siapkan Strategi Darurat Dampak Penutupan Selat Hormuz

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menghadap Presiden terkait penutupan Selat Hormuz, Senin (2/3/2026).(foto:rmol)

Nusantaraterkini.coJAKARTA-Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik nadir pasca wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akibat gempuran militer Amerika Serikat dan Israel. Sebagai balasan radikal, Iran mengambil langkah ekstrem dengan menutup total Selat Hormuz, sebuah tindakan drastis yang pertama kali dilakukan sejak 1979. 

Mengingat jalur ini merupakan rute bagi seperlima pasokan minyak mentah dunia, Pemerintah Indonesia bergerak cepat melakukan mitigasi guna mencegah kelangkaan energi nasional di ambang bulan Ramadan dan Lebaran 2026.

Baca Juga : Dampak Perang di Selat Hormuz Tekan Omset Pedagang Grosiran

​Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, segera melakukan pertemuan darurat dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Senin (2/3/2026). Pertemuan ini difokuskan pada pemetaan ulang jalur impor dan ketahanan stok BBM dalam negeri yang terancam oleh lumpuhnya lalu lintas kapal tanker di kawasan Teluk.

Baca Juga : Iran Ajukan Draf Damai ke AS: Tuntut Cabut Blokade Laut dan Sanksi Minyak dalam 30 Hari

 “Mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz Iran. Karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia. Karena bagaimanapun kita masih melakukan impor sebelum Lebaran,” ujar Bahlil, mengenai bahasan pertemuan.

Meskipun situasi global sedang dalam fase kritis, Bahlil berupaya meredam kepanikan publik terkait ketersediaan bahan bakar di SPBU. Ia menegaskan bahwa posisi cadangan minyak Indonesia saat ini masih berada dalam batas aman untuk jangka pendek. 

Baca Juga : Krisis Energi Global, DPR Soroti Keberhasilan Pemerintah Tahan Harga BBM

Saat memberikan jaminan keamanan stok di hadapan awak media, Bahlil menyatakan dengan nada optimis bahwa cadangan nasional.

Baca Juga : Minyak Rusia Segera Masuk Indonesia, Bahlil Lahadalia Tekankan Prioritas Ketahanan Energi

“Masih cukup, 20 hari,” ujarnya, seperti dilansir RMOL.

 Menurut Bahlil, langkah strategis selanjutnya akan segera dirumuskan melalui forum yang lebih teknis bersama Dewan Energi Nasional (DEN). Rekomendasi kebijakan yang akan disodorkan kepada Presiden Prabowo akan bergantung pada hasil analisis mendalam terhadap volatilitas pasar minyak internasional besok. 

Baca Juga : Apresiasi Prabowo di Filipina, GREAT Institute: ASEAN Lahir dari Rahim Solidaritas Kawasan

 “Nanti, saya besok insya allah akan rapat Dewan Energi Nasional. Rapat dulu baru saya laporkan,” pungkasnya.

Baca Juga : Cegah Korupsi, Gus Ipul Usul Pengadaan Barang dan Jasa Program Sekolah Rakyat Dialihkan ke Lembaga Lain

(Emn/Nusantaraterkini.co)