Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Prabowo Subianto Pulang dari Rusia-Prancis, RI Dapat Pasokan Minyak

Editor :  Akbar
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (kanan) saat paparan perihal Presiden Prabowo Subianto ke Rusia dan Prancis membahas tentang pasokan minyak dan energi, Jumat (17/4/2026). (Tangkapan Layar Nusantaraterkini.co/Sekretariat Presiden)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto baru saja kembali dari kunjungan singkat ke dua negara besar dunia, yakni Rusia dan Prancis. Kunjungan tersebut menghasilkan kabar penting terkait ketahanan energi nasional Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang menyebut agenda utama Presiden adalah memperkuat kerja sama strategis, khususnya di sektor energi jangka panjang.

“Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Rusia dan Presiden Prancis. Intinya adalah peningkatan kerjasama di bidang energi jangka panjang,” ujar Seskab Teddy Indra Wijaya dilansir dari laman YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat (17/4/2026).

Baca Juga : Apresiasi Prabowo di Filipina, GREAT Institute: ASEAN Lahir dari Rahim Solidaritas Kawasan

Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga menugaskan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk melakukan pembahasan lanjutan dengan pihak Rusia, termasuk utusan khusus Presiden Vladimir Putin dan Menteri Energi Rusia.

RI Segera Dapat Pasokan Minyak dari Rusia

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Indonesia berpotensi mendapatkan pasokan minyak mentah (crude oil) dari Rusia dalam waktu dekat.

“Alhamdulillah kabarnya cukup menggembirakan, kita akan mendapat pasokan krut dari Rusia dan mereka juga siap membangun infrastruktur penting untuk meningkatkan cadangan energi nasional,” ujar Bahlil Lahadalia.

Baca Juga : Cegah Korupsi, Gus Ipul Usul Pengadaan Barang dan Jasa Program Sekolah Rakyat Dialihkan ke Lembaga Lain

Ia menjelaskan, saat ini kebutuhan BBM Indonesia mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi dalam negeri hanya sekitar 600 ribu barel per hari. Artinya, Indonesia masih mengimpor sekitar 1 juta barel per hari.

Dengan kondisi tersebut, pemerintah terus mencari sumber pasokan energi dari berbagai negara demi menjaga stabilitas nasional.

LPG dan Kilang Minyak juga Dibahas

Selain minyak mentah, kerjasama juga mencakup pasokan LPG. Saat ini Indonesia masih mengimpor sekitar 7 juta ton LPG per tahun.

Baca Juga : Pakar Ragukan Keaslian Video Amien Rais yang Viral, Soroti Potensi Manipulasi AI

Pemerintah pun tengah melakukan diversifikasi sumber impor, termasuk membuka peluang kerjasama dengan Rusia.

Tak hanya itu, investasi pembangunan kilang minyak dan fasilitas penyimpanan (storage) juga menjadi bagian dari pembahasan kedua negara.

“Ada beberapa investasi yang siap masuk, tapi finalisasinya masih menunggu satu hingga dua tahap pembahasan lagi,” jelas Bahlil Lahadalia.

Baca Juga : Usai 5 Jam Bertemu Putin di Kremlin, Prabowo Lanjut ke Paris Temui Macron

BBM Subsidi Dipastikan Tidak Naik

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil Lahadalia juga memastikan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat

“Kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden bahwa harga BBM untuk subsidi tidak akan dinaikkan sampai akhir tahun,” tegasnya.

Ia menambahkan, stok energi nasional saat ini dalam kondisi aman dan berada di atas standar minimum, baik untuk solar, bensin, maupun LPG.

Baca Juga : Krisis Energi Global, DPR Soroti Keberhasilan Pemerintah Tahan Harga BBM

Politik Bebas Aktif jadi Kunci

Pemerintah menegaskan bahwa kerjasama energi ini merupakan bagian dari strategi politik luar negeri bebas aktif, termasuk dalam sektor ekonomi.

Indonesia tetap membuka peluang kerja sama dengan berbagai negara, selama menguntungkan bagi kepentingan nasional.

“Kita boleh belanja di mana saja selama itu menguntungkan negara dan tetap menjaga komitmen dengan mitra global,” pungkas Bahlil Lahadalia.

Baca Juga : Minyak Rusia Segera Masuk Indonesia, Bahlil Lahadalia Tekankan Prioritas Ketahanan Energi

(Akb/nusantaraterkini.co)