Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pasar Saham Asia Mengalami Koreksi Tajam Usai Donald Trump Umumkan Kebijakan Tarif Baru

Editor :  Team
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pasar saham Asia mengalami koreksi tajam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru yang menargetkan sejumlah mitra dagang. 

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (3/4/2025) Pasar saham Asia mengalami koreksi tajam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif baru yang menargetkan sejumlah mitra dagang. 

Kebijakan ini menetapkan tarif global minimum 10% serta tarif tambahan berdasarkan bea masuk yang dikenakan negara-negara tersebut terhadap produk AS. 

Langkah ini memicu kekhawatiran terhadap ketegangan perdagangan global dan pelemahan ekonomi. China menjadi negara yang paling terdampak dengan total tarif baru sebesar 54%. 

Baca Juga : Penurunan Harga Tiket Pesawat Domestik Ditargetkan Oktober 2024, Benarkah?

Melansir data Bloomberg, indeks Nikkei 225 masih turun 2,77% usai dibuka ambles 4%. Indeks Nikkei 225 bahkan menyentuh level terendah dalam 8 bulan. Penurunan ini terutama didorong oleh kekhawatiran terhadap industri otomotif dan elektronik Jepang, yang menjadi target utama kebijakan tarif.

Sementara itu, indeks Shanghai Composite turun 0,2%, indeks Hang Seng melemah 1,57%, dipicu oleh kekhawatiran terhadap perlambatan ekspor dan tekanan tambahan terhadap sektor teknologi.

Setali tiga uang, indeks Kospi turun 0,76% usai Korea Selatan kena tarif impor 32%. Investor mengantisipasi dampak negatif pada perusahaan semikonduktor dan industri manufaktur, yang sangat bergantung pada ekspor ke AS.

Baca Juga : IHSG Diramalkan Bergerak Sideways di Perdagangan Senin (6/1/2025)

Hal yang sama terjadi pada indeks India atawa BSE Sensex yang sempat turun 0,29%, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap tekanan perdagangan yang meningkat.

Di Asia Tenggara, Indonesia menghadapi tarif baru sebesar 32%, sementara Singapura relatif lebih terlindungi dengan tarif yang lebih rendah. 

Straits Times Index Singapura turun 0,03% karena ketidakpastian perdagangan global.

Baca Juga : IHSG Usai Lebaran Berpotensi Rebound, Level 7.300 Jadi Target, Pembukaan 25 Maret Krusial

Sementara itu, indeks Ho Chi Minh Stk ambles 6,63%. Ini adalah dampak setelah Vietnam kena tarif impor 46% dan jadi salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Kebijakan tarif ini meningkatkan volatilitas di pasar saham Asia dan menambah ketidakpastian bagi investor. 

Negara-negara yang terkena dampak kini tengah mempertimbangkan langkah selanjutnya, baik melalui negosiasi maupun potensi tindakan balasan terhadap AS.

Baca Juga : IHSG Berpeluang Lanjutkan Reli ke 8.122, Ini 4 Saham Pilihan Analis