Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kapolda Sumut, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, menerangkan penemuan lima mayat di Universitas Prima Indonesia (UNPRI) merupakan kadaver (cadaver) yang peruntukkan untuk pendidikan kedokteran.
“Dari hasil penyelidikan yang dilakukan atas penemuan mayat di Kampus UNPRI itu kita nyatakan kadaver untuk pendidikan mahasiswa kedokteran. Mayat itu diperoleh secara legal dan memiliki izin,” terangnya, Kamis (14/12/2023), dilansir Waspada.co.id
Agung mengungkapkan, setiap kampus kedokteran memiliki kadaver yakni mayat yang dijadikan sebagai bahan pembelajaran atau pratikum bagi mahasiswa calon dokter.
Baca Juga : Hilang Dua Pekan, Pria Asal Tanjung Jambu Ditemukan Tewas di Sungai Lematang
“Sehingga perlu saya sampaikan masyarakat jangan salah paham atau persepsi terhadap penemuan mayat di Kampus UNPRI karena dari hasil penyelidikan itu merupakan kadaver mayat yang dijadikan sebagai bahan pratikum,” ungkapnya.
Kapoldasu mengatakan, pihaknya akan terus bekerja sama dengan kampus sehingga bisa terselenggaranya pendidikan kodekteran yang baik sesuai aturan sebagaimana mestinya.
“Sejauh ini kita masih melakukan penyelidikan dengan berkoordinasi bersama UNPRI. Namun begitu dari pemeriksaan administrasi bahwa mayat ditemukan legal memiliki izin dan digunakan untuk bahan pendidikan kedokteran,” katanya.
Baca Juga : Warga Palembang Dihebohkan Penemuan Mayat Anak Perempuan Mengapung di Selokan
Sebelumnya, Tim Sat Reskrim Polrestabes Medan menemukan lima mayat tanpa identitas di Universitas Prima Indonesia (UNPRI) Medan.
“Kelima mayat itu diantaranya empat laki-laki dan satu perempuan tanpa identitas berada di lantai 15,” sebut Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Fathir Mustafa, Selasa (12/12).
Atas temuan ke lima mayat itu Sat Reskrim Polrestabes Medan masih melakukan penyelidikan dan menunggu penjelasan pihak kampus.
Baca Juga : Kapolrestabes Medan Jawab Tindak Tegas, Kasus Penemuan Mayat di UNPRI
“Kelima mayat itu diduga disembunyikan di sebuah ruangan. Namun begitu kita masih menunggu keterangan dari pihak kampus,” beber Fathir.
Pada kesempatan itu, Fathir meminta manajemen Universitas Prima Indonesia (UNPRI) untuk koorporatif mengenai beredarnya video dugaan temuan mayat.
“Tentunya saya meminta pihak kampus untuk koorporatif. Sebab, kedatangan polisi di sini (kampus) untuk menjawab keresahan masyarakat mengenai beredarnya video dugaan penemuan mayat itu,” pungkasnya. (rsy/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Polisi Selidiki Laporan 6 Mahasiswa UNPRI Medan Diduga Sebar Hoaks Soal Dugaan Temuan Mayat
