Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pengamat: Bahlil Miliki Kemampuan dan Pengalaman Lengkap Pimpin Golkar ke Depan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Bahlil Lahadalia (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Bahlil Lahadalia dijagokan oleh beberapa kalangan termasuk kader internal Partai Golkar untuk menjadi Ketum Golkar melalui mekanisme Munaslub akan digelar pada 20 Agustus 2024 di Jakarta Covention Center (JCC).

Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menilai Bahlil Lahadalia sosok yang tepat menjadi Ketua Umum Partai Golkar menggantikan Airlangga Hartarto.

Baca Juga : Mempertahankan Hegemoni Beringin: H Obon Diprediksi Jadi Figur Kuat Duduki Ketua DPD Golkar di Paluta

Diketahui, pasca pengunduran diri Airlangga Hartato sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar pada Sabtu (10/8/2024), nama Agus Gumiwang Kartasasmita, Bahlil Lahadalia dan Bambang Soesatyo atau Bamsoet muncul di bursa calon Ketum Golkar.

Baca Juga : Tanggapi Lagu Viral Mas Bahlil Ganteng, Sekjen Golkar: Menghibur, Bukan Body Shaming

Menurut Qodari, terdapat 3 alasan Bahlil menjadi figur yang tepat menjadi Ketum Golkar.

Pertama, ia menyebut Bahlil memiliki kemampuan dan pengalaman yang lengkap. Latar belakang Bahlil yang memulai karir dari aktivis mahasiswa, hingga menjadi pengusaha dan menteri saat ini, mampu membentuk menjadi seorang pemimpin yang tangguh.

Baca Juga : Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tidak Naik, Nonsubsidi Menyesuaikan Harga Pasar

“Jadi Bahlil ini figur yang sangat lengkap, par excellence, dia pernah aktif di HMI, organisasi kepemudaan yang memiliki jaringan paling luas di Indonesia dan banyak sekali tokoh-tokoh pemimpin bangsa ini lahir rahim HMI,” ujarnya, Sabtu (17/8/2024).

Baca Juga : Usai Bertemu Dasco, Bahlil Pastikan Ekspor SDA dan Hilirisasi Berjalan Normal

Dikatakan Qodari, selain aktif dalam organisasi kepemudaan, Bahlil juga merintis karir sebagai pengusaha dengan bergabung dalam Himpunan Pengusaha Indonesia (HIPMI) dan karier Bahlil di HIPMI memuncak saat ia terpilih sebagai Ketua Umum HIPMI pada 2015.

“Jadi ada dua sisi pada diri Bahlil sisi aktivis, politik dan ada sisi pengusaha pelaku ekonomi jadi sangat-sangat lengkap,” jelasnya.

Baca Juga : Prabowo Soroti Harga SDA RI Ditentukan Asing, Pemerintah Terapkan DHE 100 Persen dan Ekspor Satu Pintu

Alasan kedua, kata Qodari, meski di usianya yang relatif masih muda tetapi Bahlil memiliki pengalaman yang lengkap dan panjang.

Baca Juga : Kenaikan Tiket Hingga 13 Persen Disorot, Sari Yuliati: Negara Jangan Bebani Rakyat

“Kalau di partai pernah di Golkar, kalau di pemerintahan sudah menjadi Menteri Investasi. Jadi Bahlil adalah orang yang usianya relatif masih muda tetapi pengalamannya lengkap tidak kalah dengan senior,” bebernya.

Lanjut Qodari, tidak hanya memiliki kecakapan di dunia politik, Bahlil juga menguasai bidang ekonomi baik secara teori maupun praktik di lapangan.

“Pengalaman di dunia politik ada, bagaimana organisasi politik bekerja dia tahu, dia juga memahami ekonomi baik secara praktik sebagai pengusaha maupun secara teori, secara kebijakan karena dia di pemerintahan,” katanya.

Selain itu, Qodari juga memuji pribadi Bahlil sebagai seorang pembelajar yang luar biasa, di tengah kesibukannya yang luar biasa, namun tidak pernah berhenti untuk belajar.

“Dan setahu saya juga seorang pembelajar yang luar biasa juga karena sekarang sedang mengerjakan program doktoral di Universitas Indonesia, jadi lengkap ada praktisi ada akademisnya juga,” ungkapnya.

Alasan Ketiga, kata Qodari, Bahlil memiliki pergaulan yang luas baik dari tingkat daerah hingga tingkat pusat. Bahlil juga dianggap paham permasalahan-permasalahan yang ada di daerah.

“Nah yang berikutnya lagi adalah Bahlil latar belakangnya dari Indonesia timur, dia dibesarkan di Papua sekolah di Papua tetapi kemudian merantau ke Jakarta bergaul dengan masyarakat di Jakarta, bergaul dengan elite di Jakarta,” jelasnya.

“Jadi Bahlil ini adalah sosok yang paham proses-proses politik dinamika politik di Jakarta pengambilan keputusan di Jakarta tetapi juga punya pemahaman yang sangat baik mengenai situasi dan kondisi di daerah karena dia anak daerah. Dia pernah kuliah di Papua jadi dia paham betul masalah-masalah yang terjadi di daerah,” sambungnya.

Dijelaskan Qodari, Golkar mendapatkan kesempatan yang luar biasa jika dipimpin oleh sosok Bahlil, selain karena kemampuan dan pengalamannya yang lengkap, Bahlil juga dinilai mampu mewarnai percaturan politik Indonesia secara signifikan.

“Jadi saya kira ini kesempatan luar biasa bagi Partai Golkar apabila Bahlil menjadi ketua umumnya karena mungkin dari semua ketua-ketua Partai Golkar yang pernah ada, Bahlil ini figur yang paling lengkap,” ungkapnya.

“Dia merepresentasikan berbagai sisi dari kepemimpinan dan dari seseorang yang akan memainkan peran-peran besar dalam kebijakan publik dan politik di Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Waketum Partai Golkar Hetifah Sjaifudian, dengan tegas menyatakan dukungan penuh untuk Bahlil Lahadalia sebagai calon Ketua Umum DPP Partai Golkar periode mendatang.

“Saya yakin bahwa di bawah kepemimpinan Bahlil nanti, Partai Golkar akan mampu menghadapi tantangan zaman. Terutama dalam memperkuat ekonomi umat, membangun karakter generasi muda, meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, serta memperjuangkan kesejahteraan perempuan dan anak,” katanya.

Wakil Ketua Komisi X DPR ini menilai jika Bahlil Lahadalia adalah sosok yang telah teruji dalam pemerintahan dan organisasi.

Sebagai contoh saat menjabat Menteri Investasi/Kepala BKPM, lanjut Hetifah, Bahlil telah menunjukkan kepemimpinan yang efektif dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi.

“Pengalaman Bahlil di pemerintahan dan organisasi, termasuk sebagai mantan Ketua Umum HIPMI dan Bendahara Umum PB HMI, memberikan landasan yang kuat untuk memimpin Partai Golkar ke depan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bahlil juga memiliki pengalaman sebagai Bendahara DPD Golkar Provinsi Papua. Sehingga, sebagai calon Ketua Umum, Bahlil mempunyai segudang pengalaman baik di internal maupun eksternal organisasi Partai Golkar.

“Dengan visi yang jelas dan segudang pengalamannya baik di internal maupun eksternal Partai Golkar, kami meyakini beliau mampu untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara," tutup Hetifah.

Tunggu Pemufakatan

Sementara itu, Ketua DPP Partai Golkar Meutya Hafid mengatakan pihaknya menunggu permufakatan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo, Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Menteri Investasi/Kepala BKPM yang juga elite Golkar Bahlil Lahadalia soal pencalonan ketua umum.

“Jadi, kita lihat nanti tunggu pertemuan antara Pak Agus, Pak Bahlil, Pak Bamsoet, atau mungkin ada calon lain yang ingin maju agar mereka duduk bersama, membicarakan bagaimana tentang pencalonan ke depan. Siapa tahu, dalam forum itu sudah tercapai musyawarah. Kita masih tunggu,” kata Meutya.

Dia menyebut nama-nama itu dianggap sebagai kandidat kuat sebagai calon Ketua Umum Partai Gokar.

“Jadi ini nanti yang dianggap, yang kemarin namanya beredar dianggap caketum kuat akan duduk sama-sama. InsyaAllah, di situ ada musyawarah mufakat,” tuturnya.

Dia menegaskan Partai Golkar akan bersikap terbuka bagi siapapun yang akan maju dalam pencalonan ketua umum, termasuk terhadap Bahlil Lahadalia.

“Pak Bahlil juga anggota Golkar. Jadi, ya kita tentu siapapun yang akan maju caketum untuk demokratisasi partai, ya silakan saja kan,” kata dia.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mengatakan akan membangun kesepakatan dengan Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Golkar Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Investasi/Kepala BKPM yang juga elite Golkar Bahlil Lahadalia untuk berembuk soal pencalonan ketua umum.

“Jadi, kami belum bertemu lagi untuk berembuk siapa di antara kami bertiga yang akan menjadi ketua umum. Kami akan bangun kesepakatan,” kata Bamsoet.

Bamsoet mengatakan bahwa dirinya, Bahlil, dan Agus Gumiwang sebelumnya memang telah berencana untuk maju dalam pencalonan ketua umum Partai Golkar.

“Saya, Bahlil, Agus Gumiwang. Jauh sebelumnya kami sepakat akan maju bersama-sama. Nah, nanti kami akan bertemu lagi untuk memutuskan siapa di antara kami yang akan maju,” tuturnya.

Adapun pada Selasa (13/8/2024), Rapat Pleno DPP Partai Golkar memutuskan memilih Agus Gumiwang sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum Partai Golkar untuk menggantikan Airlangga Hartarto yang mundur sejak Sabtu malam.

(cw1/Nusantaraterkini.co)