Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali berada di bawah tekanan dan sempat menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6/2026).
Berdasarkan data Google Finance, kurs dolar AS sempat menyentuh posisi Rp18.010 pada pukul 23.23 UTC atau sekitar 06.23 WIB. Namun beberapa saat kemudian rupiah sedikit menguat sehingga dolar AS turun ke kisaran Rp17.971 pada pukul 00.15 UTC atau 07.15 WIB.
Sementara itu, data Investing menunjukkan dolar AS menguat 0,28 persen pada perdagangan pagi ini dan diperdagangkan di level Rp18.015. Sepanjang sesi perdagangan, mata uang Negeri Paman Sam bergerak dalam rentang Rp17.937 hingga Rp18.024.
Baca Juga : Rupiah Bertahan di Zona Hijau, Menguat Tipis terhadap Dolar AS di Tengah Penguatan Indeks DXY
Adapun data Bloomberg mencatat penguatan dolar AS mencapai 0,71 persen dengan posisi penutupan terakhir berada di level Rp17.966 per dolar AS.
Menanggapi pelemahan rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar AS, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pergerakan tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen pasar dan berbagai rumor yang berkembang dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, pelemahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam waktu singkat tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.
Baca Juga : Cadangan Devisa Menyusut, Rupiah Berpotensi Tergelincir ke Rp18.230 per Dolar AS
"Kalau kita lihat kan tiba-tiba saja penguatannya, pelemahannya dalam satu hingga dua hari terakhir. Karena ada berbagai isu dan rumor yang berkembang di pasar," ujar Purbaya.
Ia juga membantah anggapan bahwa tekanan terhadap rupiah berasal dari memburuknya kondisi fiskal pemerintah. Purbaya menegaskan kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) justru menunjukkan perbaikan dibandingkan bulan sebelumnya.
"Banyak yang mengaitkan dengan kondisi fiskal. Padahal dalam laporan fiskal bulanan nanti akan terlihat bahwa posisi APBN pada Mei lebih baik dibandingkan April," katanya.
Baca Juga : Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.000! Simak Kurs Terbaru
Purbaya menegaskan pemerintah saat ini fokus menjaga stabilitas dan kekuatan fundamental ekonomi nasional. Menurutnya, nilai tukar rupiah dalam jangka panjang akan sangat ditentukan oleh kondisi ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
"Pada akhirnya kita percaya nilai tukar rupiah akan mencerminkan kekuatan fondasi ekonomi Indonesia. Fokus pemerintah adalah memastikan fondasi tersebut tetap terjaga," tuturnya.
Tekanan terhadap rupiah saat ini menjadi perhatian pelaku pasar, terutama karena level Rp18.000 per dolar AS merupakan batas psikologis yang kerap dijadikan indikator sentimen investor terhadap perekonomian domestik.
(Dra/nusantaraterkini.co).
