Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada pembukaan perdagangan, Rabu (3/6/2026). Mata uang Garuda tercatat melemah ke posisi Rp17.896 per dolar Amerika Serikat (AS), mencerminkan sentimen pasar yang masih cenderung berhati-hati terhadap perkembangan ekonomi global.
Berdasarkan data perdagangan pagi, rupiah turun 57,5 poin atau 0,32 persen dibandingkan posisi penutupan pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini terjadi di tengah pergerakan mata uang regional yang menunjukkan arah beragam terhadap dolar AS.
Di kawasan Asia, sejumlah mata uang berhasil mencatat penguatan tipis. Yen Jepang menguat 0,04 persen, dolar Hong Kong naik 0,01 persen, dolar Singapura bertambah 0,02 persen, dan dolar Taiwan menguat 0,10 persen.
Baca Juga : Rupiah Bertahan di Zona Hijau, Menguat Tipis terhadap Dolar AS di Tengah Penguatan Indeks DXY
Sebaliknya, beberapa mata uang regional mengalami tekanan. Won Korea Selatan melemah 0,08 persen, peso Filipina turun 0,02 persen, rupee India terkoreksi 0,28 persen, yuan China melemah 0,05 persen, ringgit Malaysia turun 0,25 persen, dan baht Thailand terkikis 0,13 persen.
Sementara itu, pergerakan mata uang utama di Eropa juga berlangsung variatif. Euro mencatat kenaikan tipis sebesar 0,01 persen terhadap dolar AS. Di sisi lain, pound sterling melemah 0,02 persen, franc Swiss turun 0,05 persen, dan krona Swedia terkoreksi 0,07 persen. Adapun krona Denmark terpantau bergerak stabil atau tidak mengalami perubahan signifikan.
Pelaku pasar kini mencermati sejumlah faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan mata uang global, termasuk kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, perkembangan inflasi, serta dinamika ekonomi internasional yang masih menjadi perhatian investor.
Baca Juga : Cadangan Devisa Menyusut, Rupiah Berpotensi Tergelincir ke Rp18.230 per Dolar AS
Dengan kondisi tersebut, pergerakan rupiah dalam jangka pendek diperkirakan masih akan dipengaruhi sentimen global dan aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik.
(Dra/nusantaraterkini.co)
