Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tanah Mineral Dominasi Kebakaran Lahan di Sumsel Awal Tahun 2026

WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Karhutla di Kecamatan Pangakalan Lampam, Kabupaten OKI, Sumsel. (foto: bpbd sumsel)

Nusantaraterkini.coPALEMBANG — Kawasan tanah mineral kering menjadi tipe lahan yang paling mendominasi peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan. Diketahui, tercatat luasan mencapai 181,4 hektare dari total akumulasi keseluruhan sebesar 182,54 hektare sepanjang periode Januari hingga April 2026.

Data rekapitulasi sementara yang dihimpun melalui situs resmi https://sipongi.gakkumhut.go.id/ tersebut, memperlihatkan jika sisa luasan kebakaran lainnya melanda area basah di satu wilayah kabupaten.

Baca Juga : Sumsel Siaga Karhutla: 166 Titik Panas Terdeteksi, Tertinggi Sepanjang 2026

"Luas karhutla pada Januari-April 2026 di Sumsel berdasarkan perhitungan karhutla periode Januari-April hasil analisa citra satelit oleh Kemenhut, BRIN dan Kementerian Lingkungan Hidup mencapai 182,54 hektare," ujar Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan Wilayah Sumatera, Ferdian Kristanto, Minggu (31/5/2026).

Baca Juga : Muba Daerah Ketiga yang Naikkan Status Siaga Karhutla Jelang Musim Kemarau

Ferdian mengatakan jika berdasarkan hasil pemetaan satelit, sebaran karhutla melanda delapan daerah di Sumsel dengan tingkat kepadatan tertinggi berada di Musi Rawas Utara (Muratara) seluas 53,2 hektare.

Selanjutnya, kebakaran juga terdeteksi di Musi Banyuasin (Muba) seluas 33,1 hektare, Muara Enim 31,9 hektare, Ogan Ilir 27,5 hektare, OKI 20 hektare, Banyuasin 9,4 hektare, dan OKU Selatan 1,4 hektare.

Baca Juga : BPBD Sumsel Padamkan 3 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Muratara

Terkait komposisi tanah pada area yang hangus terbakar di delapan wilayah tersebut, pihak kementerian memastikan bahwa persentase kerusakan terbesar tidak berada di kawasan lahan basah penyerap karbon.

Baca Juga : Antisipasi Kemarau Panjang, Pemkab OKI Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla Sejak Dini

"Lahan yang terbakar didominasi tanah mineral seluas 181,4 hektare dan gambut 1,1 hektare. Luasan karhutla di lahan gambut itu terjadi di Muba," katanya.

Ia menjelaskan grafik luasan karhutla dalam kurun waktu empat bulan pertama di tahun ini, secara akumulatif bergerak lebih tinggi dibandingkan dua periode tahun sebelumnya, yakni tahun 2024 yang tercatat seluas 144,2 hektare serta tahun 2025 yang hanya menyentuh 5 hektare.

"Meski lebih rendah, Ferdian menyebut luasan karhutla tahun ini lebih rendah dibandingkan 2022 yang mencapai 485,1 hektare dan 2023 995,3 hektare," tutupnya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)