Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

BPBD Sumsel Padamkan 3 Hektare Lahan Gambut Terbakar di Muratara

WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pelaksanaan pemadaman darat di Desa Palemraya Kabupaten Ogan Ilir oleh Tim Satgas Darat BPBD Sumsel. (foto: bpbd sumsel)

Nusantaraterkini.coPALEMBANG — Satuan tugas darat dan udara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, masih terus mengupayakan pemadaman sisa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 3 hektare di wilayah Karang Dapo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).

Langkah penanggulangan intensif di kawasan hutan produksi tersebut dilakukan sejak sehari sebelumnya, guna melokalisasi titik api agar tidak terus meluas ke area perkebunan sekitarnya.

Baca Juga : Karhutla Ancam Permafrost: Studi China Ungkap Kerusakan Permanen Ekosistem Tanah Beku

"Karhutla terjadi di Muratara, tepatnya di Karang Dapo, sejak kemarin masih akan diupayakan pemadaman hingga hari ini. Kemarin upaya pemadaman dibantu helikopter dengan melakukan 19 kali water bombing," ujar Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga : PALI dan Muara Enim Jadi Daerah Paling Banyak Dilanda Karhutla di Sumsel hingga Mei 2026

Ia mengatakan jika kondisi medan di area kejadian menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas penjinak api di lapangan.

"Jenis lahan yang terbakar di wilayah berdasarkan laporan merupakan tanah gambut tipis, dengan vegetasi sawit, pakis, dan semak belukar," katanya.

Baca Juga : Sumsel Siaga Karhutla: 166 Titik Panas Terdeteksi, Tertinggi Sepanjang 2026

Hingga saat ini, pihak berwenang masih menyelidiki faktor utama yang memicu munculnya kobaran api di kawasan hutan produksi itu. 

Baca Juga : Muba Daerah Ketiga yang Naikkan Status Siaga Karhutla Jelang Musim Kemarau

Pihaknya menuturkan jika penanganan di darat diserahkan sepenuhnya kepada tim ahli kehutanan setempat. Proses penjinakan titik api tersebut turut dibantu secara masif oleh satgas darat, yakni dari Manggala Agni Daops Sumatera XV/Musi Banyuasin.

Meskipun sebagian besar kobaran api sudah berhasil diredam oleh siraman air dari udara, petugas masih bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi potensi penyebaran api bawah tanah khas lahan basah.

Baca Juga : Tanah Mineral Dominasi Kebakaran Lahan di Sumsel Awal Tahun 2026

"Total luas lahan yang terbakar sekitar 3 hektare dan status api masih ada spot-spot asap," tuturnya.

Baca Juga : Fakta Baru Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara: Ternyata Tak Berizin Sejak 2020

Guna memastikan situasi benar-benar kondusif, manajemen penanggulangan bencana Sumsel telah menjadwalkan pemantauan ulang dari langit secara berkala. Pihaknya akan melakukan pengecekan kembali ke titik karhutla melalui patroli udara, termasuk menunggu laporan dari satgas darat yang masih berada di lokasi kejadian.

Pada waktu yang hampir bersamaan, insiden kebakaran lahan dilaporkan juga melanda wilayah administrasi Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Kobaran api sempat membakar lahan seluas 1 hektare yang lokasinya berada sangat dekat dengan area hunian masyarakat pada Rabu malam.

"Sekitar pukul 18.50 WIB, tim menerima laporan dari warga perumahan Kurma Village Sekayu bahwa telah terjadi kebakaran lahan di dekat permukiman warga perumahan. Penyebabnya belum diketahui," jelasnya.

Beruntung, kesigapan petugas di lapangan membuat peristiwa di Muba tersebut bisa ditangani secara cepat sebelum merambat ke rumah-rumah warga sekitar.

"Setelah dilakukan upaya pemadaman dan pendinginan sekitar pukul 20.30 WIB api dapat dipadamkan dan kondisi aman terkendali," tutupnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)