Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Antisipasi Kemarau Panjang, Pemkab OKI Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla Sejak Dini

Editor :  hendra
Reporter :  Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Bupati OKI, Muchendi Mahzareki (tengah) bersama Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Sandi Nugroho (kiri) usai Apel Besar Siaga Karhutla di halaman GOR Perahu Kajang, OKI pada, Rabu (22/4/2026). (Foto: dok Pemkab OKI)

Nusantaraterkini.co, KAYUAGUNG — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) secara resmi menetapkan status siaga darurat bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak 14 April 2026 sebagai langkah antisipatif menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung panjang.

Penetapan status ini diperkuat dengan pengerahan 1.051 personel gabungan dalam Apel Besar Siaga Karhutla pada, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan guna memastikan koordinasi lintas instansi, penguatan edukasi kepada masyarakat, serta optimalisasi bantuan peralatan senilai Rp 1,5 miliar dari pemerintah pusat berjalan efektif di lapangan.

Baca Juga : Urai Macet Arus Balik Lebaran 2026, Polda Sumsel Terapkan Delay System bagi Kendaraan Barang

“Patroli dan edukasi terus ditingkatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” ujar Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, dalam keterangan tertulis yang diterima (23/4/2026).

Muchendi mengatakan jika kebijakan ini memungkinkan seluruh pemangku kepentingan bergerak lebih cepat dalam melakukan pencegahan, terutama di wilayah-wilayah rawan.

Selain itu, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menyediakan pompa air bagi petani sebagai upaya nyata meminimalisir praktik pembakaran lahan, serta menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan.

Baca Juga : Kapolda Sumsel Pimpin Simulasi Sispamkota dan Penanganan Karhutla di OKI

“Langkah ini diharapkan mampu memastikan respons yang cepat dan terpadu apabila terjadi kebakaran,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Sandi Nugroho menekankan pentingnya sinergi seluruh sumber daya untuk menjamin keamanan masyarakat.

“Apel ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk kesungguhan untuk menyatukan langkah dan meningkatkan kewaspadaan bersama,” tegasnya.

Baca Juga : Antisipasi Puncak Arus Mudik 18 Maret, Pengelola Tol Kayuagung–Palembang Tambah Enam Gardu Satelit

Ia mengingatkan jika karakteristik lahan gambut di wilayah OKI memerlukan pendekatan pencegahan yang sangat serius karena api yang menyebar di bawah permukaan akan jauh lebih sulit dan mahal untuk dipadamkan jika sudah meluas.

“Dari OKI, kita tegaskan kesiapan menghadapi musim kemarau 2026 sekaligus memperkuat penanggulangan bencana yang cepat dan terpadu,” imbuhnya.

Kapolda juga menginstruksikan penguatan patroli terpadu dan percepatan verifikasi titik panas agar setiap potensi kebakaran dapat dikendalikan sejak dini.

Baca Juga : Urai Kemacetan Arus Mudik Lebaran, Dishub Sumsel Siapkan Skema Rekayasa Lalu Lintas Mulai 13 Maret

Pihaknya bersama jajaran TNI dan instansi terkait berkomitmen mendukung penuh langkah strategis Pemerintah Kabupaten OKI dalam mewujudkan perlindungan lingkungan dan stabilitas keamanan wilayah dari bencana kabut asap.

“Pencegahan harus menjadi prioritas, karena penanganan kebakaran besar membutuhkan biaya lebih tinggi, waktu lebih lama, dan risiko lebih besar,” pungkasnya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co).

Baca Juga : Satu Korban Laka Maut Bus ALS Terancam Amputasi Jari