Nusantaraterkini.co, WASHINGTON DC– Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memasuki babak baru setelah Presiden Donald Trump secara terbuka menolak tanggapan Teheran atas proposal perdamaian Timur Tengah. Melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin (11/5/2026), Trump meluapkan kemarahannya dan menuding Iran tengah mencoba mempermainkan dunia internasional melalui mediator mereka.
"Saya baru saja membaca tanggapan dari apa yang disebut ‘perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya — sama sekali tidak dapat diterima!" tulis Trump menanggapi jawaban Teheran yang dikirimkan melalui Pakistan sebagai penengah.
Baca Juga : Swiss Siap Jadi Tuan Rumah Penandatanganan Damai AS-Iran, Jenewa Masuk Radar Diplomasi Dunia
Sikap keras ini muncul setelah AS mengajukan 14 poin persyaratan, termasuk penghentian pengayaan uranium selama 12 tahun dan penyerahan ratusan kilogram uranium yang telah diperkaya sebagai syarat pencabutan sanksi ekonomi serta blokade laut.
Baca Juga : AS Tetapkan Darurat Kelistrikan, Gelombang Panas Ekstrem Ancam Pasokan Listrik Pantai Timur
Di sisi lain, pihak Iran melalui kantor berita IRNA mengklaim bahwa jawaban yang mereka berikan bersifat realistis dan bertujuan positif untuk mengakhiri peperangan di wilayah tersebut, terutama di Lebanon. Sumber resmi Iran menegaskan bahwa fokus Teheran saat ini adalah menyelesaikan perbedaan dengan Washington, asalkan blokade angkatan laut yang diterapkan AS sejak pertengahan April segera dihentikan demi kelancaran pelayaran di Selat Hormuz.
Dilansir dari RMOL, konflik ini kian memanas seiring dengan meningkatnya aktivitas militer di perairan Teluk. Iran tetap pada pendiriannya untuk menutup Selat Hormuz bagi kapal asing sebagai balasan atas blokade AS yang telah menyebabkan kerugian ekonomi besar.
Baca Juga : AS dan Iran Kembali Memanas, Saling Serang Picu Ketegangan Baru di Kawasan Teluk
Meskipun gencatan senjata yang dimulai sejak 8 April secara teknis belum berakhir, penolakan keras Trump ini diprediksi akan membuat stabilitas keamanan dan harga pangan global kembali berada dalam ketidakpastian tinggi.
Baca Juga : Iran Serang Pangkalan Militer AS di Bahrain dengan Drone, IRGC Ancam Tingkatkan Serangan
(Emn/Nusantaraterkini.co)
