Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

10 Orang Tewas 11 Terluka dalam Aksi Penembakan di Pantai Bondi

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi mayat. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, SYDNEY – Aksi penembakan terjadi di kawasan Pantai Bondi, Sydney, Australia, pada Minggu (14/12/2025). Insiden berdarah ini menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai 11 lainnya, termasuk dua anggota kepolisian.

Penembakan terjadi saat sekelompok warga Yahudi tengah merayakan Hari Raya Hanukkah. Mengutip laporan Reuters, otoritas Australia membenarkan jumlah korban jiwa akibat serangan tersebut.

Polisi negara bagian New South Wales mengonfirmasi dua orang terduga pelaku berhasil diamankan. Salah satu tersangka dilaporkan tewas di lokasi, sementara pelaku lainnya berada dalam kondisi kritis dan kini menjalani perawatan intensif.

Baca Juga : Perbatasan Ditutup, Ribuan Pasien Gaza Terjebak Tanpa Akses Pengobatan di Luar Negeri

Sebanyak 11 korban luka langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Saksi: Penembakan Berlangsung Sekitar 10 Menit

Seorang saksi mata bernama Marcus mengatakan rentetan tembakan terdengar selama kurang lebih 10 menit. Suasana pantai yang semula ramai mendadak berubah panik, membuat pengunjung berlarian mencari tempat aman.

Baca Juga : Imam Masjid LGBT Pertama Muhsin Hendricks Tewas Ditembak di Afrika Selatan

“Saya sedang bersiap pulang, mengemasi barang, lalu tiba-tiba terdengar suara tembakan,” ujar Marcus.

Ia mengaku meninggalkan seluruh barang pribadinya demi menyelamatkan diri.

“Saya mendengar mungkin sekitar 40 sampai 50 kali tembakan,” tambahnya.

Baca Juga : China Buntuti Kapal AS di Laut China Selatan dan Keluarkan Peringatan

PM Australia dan Menlu Israel Bereaksi

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyebut insiden tersebut sebagai peristiwa yang sangat mengejutkan dan menyedihkan. Ia memastikan seluruh aparat darurat dikerahkan untuk menangani korban dan mengamankan lokasi kejadian.

“Petugas tanggap darurat berada di lokasi dan bekerja keras untuk menyelamatkan nyawa,” kata Albanese.

Baca Juga : Tim Ilmuwan China Berhasil Identifikasi Enam Genus dan Tujuh Spesies Baru Bakteri Antarktika

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar juga menyampaikan keprihatinannya. Ia menyebut peristiwa ini harus menjadi peringatan serius bagi pemerintah Australia.

“Ini adalah akibat dari meningkatnya amukan anti-Semit di Australia selama dua tahun terakhir,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Komunitas Muslim Australia Kecam Aksi Kekerasan

Baca Juga : Iran Hujani Israel Pakai Ratusan Rudal Balistik-Hipersonik

Kecaman keras juga datang dari komunitas Muslim Australia. Dewan Imam Nasional Australia bersama Dewan Imam NSW menegaskan bahwa tindakan kekerasan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

“Kekerasan dan kejahatan semacam ini tidak memiliki tempat dalam masyarakat. Pelaku harus dimintai pertanggungjawaban penuh sesuai hukum,” bunyi pernyataan bersama mereka.

Mereka juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban serta keluarga yang terdampak.

Baca Juga : Prabowo Tekankan Persatuan ASEAN dalam Sesi Pleno KTT ke-47 ASEAN

“Hati dan doa kami bersama para korban, keluarga mereka, dan semua pihak yang mengalami trauma akibat serangan ini,” tutup pernyataan tersebut.

(Dra/nusantaraterkini.co)