Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Curhatan Siswa SD di Medan, Pilih Les Privat di Rumah karena Malas Jalan dan Sering Tergoda HP

Editor :  hendra
Reporter :  Riski Aulia
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Suasana hening di rumah orang tua murid saat murid tersebut lebih memilih untuk les privat dirumah (foto: Riski Aulia/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi dunia pendidikan anak. Selain harus memahami pelajaran sekolah, siswa kini juga dituntut mampu mengendalikan penggunaan handphone yang sering mengganggu konsentrasi belajar.

Fenomena ini terungkap dalam obrolan edukasi yang berlangsung di rumah orang tua Omar, salah siswa Bimbel UI 212, di Jalan Amaliun, Kecamatan Medan Area, Senin (11/5/2026).

Dini, seorang guru les yang pernah membimbing Omar, siswa SD Ulul Ilmi di Bimbel UI 212, mengatakan bahwa banyak faktor yang membuat anak sulit fokus saat belajar. Rasa bosan, kondisi tubuh yang lelah, hingga lingkungan yang kurang mendukung menjadi penyebab utama menurunnya konsentrasi siswa.

Baca Juga : Peringatan Hardiknas, Komisi X: Kualitas Siswa dan Kesejahteraan Guru Masih Jadi PR

Menurut Dini, penggunaan gadget menjadi tantangan terbesar bagi anak-anak masa kini, terutama ketika memasuki hari libur sekolah.

“Kalau sudah pegang HP, jadi malas belajar,” ungkap Omar saat menceritakan kebiasaannya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dini menilai metode pembelajaran harus dibuat lebih kreatif dan interaktif agar anak tidak cepat jenuh. Ia menjelaskan bahwa setiap siswa memiliki kemampuan fokus yang berbeda-beda, bahkan ada yang hanya mampu berkonsentrasi selama sekitar 30 menit.

Baca Juga : Rektor USU Muryanto Amin Dialog dengan Mahasiswa, Terangkan Dasar Hukum hingga Peruntukan UKT

Karena itu, penggunaan media belajar yang menarik dinilai penting untuk menjaga semangat anak saat belajar.

Selain soal metode belajar, dukungan orang tua juga dianggap sangat berpengaruh terhadap motivasi anak. Dini menyebut apresiasi sederhana bisa menjadi dorongan besar bagi siswa untuk lebih giat belajar.

Hal itu dirasakan langsung oleh Omar setelah sang ibu menjanjikan hadiah jalan-jalan apabila dirinya rajin belajar.

Baca Juga : Rerata Nilai Matematika dan Bahasa Inggris Siswa 2025 Jeblok, Komisi X DPR Desak Evaluasi Total

“Jadi lebih semangat,” katanya singkat.
Menariknya, Omar mengaku lebih nyaman mengikuti les privat di rumah dibandingkan datang ke gedung bimbingan belajar. Menurutnya, belajar di rumah terasa lebih santai dan tidak melelahkan.

“Nggak harus capek kaki, nggak harus jalan,” ujarnya polos.

Suasana rumah yang lebih tenang juga membuat dirinya lebih mudah memahami pelajaran, terutama saat mengerjakan soal yang sulit.

Baca Juga : Siswa Lolos Zonasi Bakal Diverifikasi Faktual, Kedapatan Curang Dikeluarkan dari Sekolah

Meski demikian, Dini tetap mengingatkan pentingnya kedisiplinan dalam membagi waktu belajar dan bermain gadget. Ia menilai kolaborasi antara guru yang kreatif dan orang tua yang suportif menjadi kunci agar anak tetap fokus belajar di tengah derasnya pengaruh teknologi digital.

(Cw5/nusantaraterkini.co).