Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tunggak Biaya Seragam Rp300 Ribu, Dua Siswa MA di Padang Diminta Pindah Sekolah

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tunggak Biaya Seragam Rp300 Ribu, Dua Siswa MA di Padang Diminta Pindah Sekolah. Ilustrasi. (Foto: Dok.AI)

Nusantaraterkini.co, PADANG – Nasib dua siswa Madrasah Aliyah Swasta (MAS) di Padang menjadi perhatian publik setelah keduanya diduga diminta keluar dari sekolah akibat tunggakan biaya seragam sebesar Rp300 ribu per siswa.

Kedua siswa berinisial AM dan DP diketahui tinggal di Panti Asuhan Nur Ilahi. Mereka sebelumnya bersekolah di MAS Al Furqan.

Ketua Panti Asuhan Nur Ilahi, Renol Putra mengatakan persoalan bermula ketika pihak sekolah menagih pembayaran seragam sekolah saat dirinya sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Padang pada Sabtu (9/5/2026).

Baca Juga : DPR Pertanyakan Profesionalitas UI Soal Perubahan Pengumuman Calon Mahasiswa

Menurut Renol, pihak sekolah beberapa kali menghubunginya untuk meminta pelunasan biaya seragam kedua siswa tersebut.

“Anak-anak itu diminta berhenti dan mencari sekolah lain. Sebelumnya pihak sekolah memang sudah meminta pembayaran uang seragam Rp300 ribu,” ujar Renol, Senin (11/5/2026).

Renol mengaku saat itu belum dapat merespons panggilan karena masih berada dalam perjalanan. Ia pun meminta agar persoalan tersebut dibahas secara langsung setelah dirinya tiba di Padang.

Baca Juga : Komisi X DPR Desak Pemerintah Alokasikan Dana Khusus untuk Pembangunan Masjid Sekolah

Namun, pihak sekolah disebut mengirim pesan WhatsApp yang berisi permintaan agar kedua siswa keluar dari sekolah.

Ia menyayangkan keputusan tersebut karena dinilai terlalu berat bagi siswa hanya karena persoalan tunggakan biaya yang relatif kecil.

“Saya heran, kenapa karena uang Rp300 ribu anak sampai harus dikeluarkan dari sekolah,” katanya.

Baca Juga : Dorong Penerapan Peta Jalan Pendidikan yang Memperkuat Kontrol Pelaksanaan Anggaran

Hingga kini, pihak panti masih menunggu itikad baik dari manajemen sekolah untuk duduk bersama mencari solusi terbaik demi keberlangsungan pendidikan kedua siswa.

Sementara itu, Kepala MAS Al Furqan, Desmaelfa Sinar memilih belum memberikan komentar terkait persoalan tersebut.

Kasus ini turut mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Padang. Fadly Amran langsung menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk bergerak cepat menangani persoalan agar kedua siswa tetap dapat melanjutkan sekolah.

Baca Juga : Sejumlah Program Prioritas Prof Akrim Usai Resmi Menjabat Rektor UMSU

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova mengatakan timnya telah turun langsung ke panti asuhan untuk melakukan penelusuran.

Pemerintah Kota Padang juga menyerahkan bantuan pendidikan kepada kedua siswa dan memfasilitasi proses pemindahan sekolah sesuai keinginan mereka.

“Kami sudah berbincang dengan kedua siswa dan mereka ingin dicarikan sekolah baru. Pemerintah akan membantu prosesnya,” ujar Yopi.

Baca Juga : Kapolrestabes Medan Pimpin Upacara di Muhammadiyah 3: Tegas Ingatkan Pelajar Jauhi Kejahatan Jalanan

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak pendidikan hanya karena persoalan ekonomi.

Ia menegaskan, sesuai arahan wali kota, Pemko Padang ingin menekan angka anak putus sekolah hingga nol melalui program pendidikan yang sedang dijalankan.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Baca Juga : Rektor USU Temui dan Semangati Naffa Calon Mahasiswa yang Viral Tak Mampu Bayar UKT