Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

1200 Penari Tortor Ramaikan Aquabike di Dairi, Pecahkan Rekor MURI

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
ist/Tribun Medan/nasrul

NUSANTARATERKINI.CO, DAIRI - 1200 penari dari golongan pelajar di Kabupaten Dairi, berhasil pecahkan rekor muri.

Persembahan dari para penari asuhan dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Dairi ini, juga dicanangkan untuk bisa memecahkan rekor di Museum Rekor Indonesia (MURI). 

Tarian tersebut di sela-sela event Aquabike Jetski World Championship di Kabupaten Dairi, dimeriahkan oleh sejumlah side event. 

Baca Juga : Donor Darah Serentak Wanita TNI dan Dharma Pertiwi Raih Rekor MURI

Seribuan penari ini memadati sepanjang jalan dermaga Silalahi kurang lebih satu kilometer.

Dengan waktu kurang lebih selama 30 menit, para penari tampak dengan fokus menarikan tarian tradisional suku Batak ini. 

Tarian tradisional ini ditandai dengan meletakkan enam cawan di bagian lengan dan satu cawan berukuran yang lebih besar diletakkan di atas kepala.

Baca Juga : Bukan Hanya Manusia yang Menari

Para penari tampak kompak mengikuti alunan musik tradisional khas suku Batak sambil menari. 

Bupati Dairi Edi Berutu, mengungkapkan pihaknya memang sengaja menampilkan tarian tradisional ini untuk meramaikan event internasional di Kabupaten Dairi.

Baca Juga : Kapolda Sumut Pastikan Kesiapan dan Pengamanan Aquabike F1H2O

Dirinya mengaku, dengan penampilan ini tentunya tradisi dari Indonesia khusunya Sumatera Utara akan dapat dilihat oleh mancanegara. 

"Kita memang mau memecahkan rekor MURI dimana sekarang yang sudah dipecahkan untuk tari cawan baru 1000 penari, hari ini kita tampilkan 1200 penari," ujar Edi. 

Selain para penari, tadi juga ditampilkan busana ulos kain kearifan lokal yang dipadukan dengan nuansa modern.

Baca Juga : Pemprov Sumut Pastikan Kesiapan Penyelenggaraan Aquabike dan F1 Powerboat 2025

Dirinya mengatakan, dengan perpaduan ini pihaknya ingin menunjukkan kepada dunia jika baju adat sudah ditransformasikan dengan nuansa modern. 

"Kita juga ingin memecahkan rekor baru, yaitu mengkolaborasikan antara pakaian tradisional dengan nuansa modern. Sehingga produk ini sudah bisa digunakan oleh semua masyarakat. Nuansa tradisional tetap ada, tapi tetap modern," katanya. 

Edi menjelaskan, baju-baju perpaduan nuansa tradisional dengan modern ini juga sudah ditampilkan pada ajang fashion dunia yaitu di New York Fashion Week bulan waktu lalu.

Baca Juga : Sebut Negara Lakukan Pembiaran, Bakumsu Layangkan Lima Tuntutan Darurat kepada Presiden Prabowo

Dirinya mengatakan, dengan adanya penampilan ini pihaknya ingin menunjukkan dan membuktikan kepada dunia jika kearifan lokal Indonesia khusunya Sumatera Utara sangat luar biasa. 

"Ini yang membuat kita berbeda, ini yang membuat kita menang," katanya. 

Melihat pertunjukan para penari tadi, Edi mengaku dirinya cukup optimis bisa membawa rekor MURI ke Kabupaten Dairi.

Baca Juga : Dairi dalam Cengkeraman Krisis: Tambang dan Eksploitasi Hutan Menjadi Bom Waktu Bencana ​

Terlebih, para penari ini sudah dilatih dengan maksimal selama tiga bulan terakhir.

(*/nusantaraterkini.co)