nusantaraterkini.co, TAPUT - 17 titik longsor terjadi di kawasan Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Rabu (26/11/2025).
Untuk membuka jalur yang terputus, terlihat 2 unit mobil eskavator diturunkan untuk membersihkan material longsor.
Sementara itu, kurang lebih 500 meter, antrean kendaraan roda empat masih menunggu petugas membuka jalur.
Baca Juga : Jalan Taput–Tapteng Terputus Akibat Longsor, Komunikasi Lumpuh dan Relawan Terjebak
Untuk mengurangi kemacetan panjang, beberapa mobil terpaksa putar balik dan menunggu di halaman kantor Desa Dolok Nauli.
Dari amatan Nusantaraterkini.co, kondisi arus lalulintas masih belum dapat dilalui kendaraan baik roda empat maupun roda dua.
Banyak pengendara mobil maupun sepeda motor dari arah Tapanuli Tengah (Tapteng) menuju Tarutung, memutuskan untuk berjalan kaki.
"Kalau ditunggu mau dua hari, makan apa. Ya mau gak mau lah turun jalan kaki, cari warung yang menyediakan makanan dan minuman," kata Toga.
Kalau masih mau dilanjutkan ke atas, sambung pria yang menggunakan mantel hujan ini, akan sia-sia hingga menyulitkan jalur evakuasi.
"Kalau ku bilang, memang harus nunggu, sepala (atau) putar balik, menunggu di Tarutung," ujarnya.
Selain proses evakuasi, terlihat petugas kesulitan lantaran curah hujan yang tinggi dan arus air cukup kencang di jalan.
Selain akses yang lumpuh, di lokasi juga terkendala jaringan selular hingga listrik yang padam akibat beberapa tiang mengalami tumbang.
(mft/Nusantaraterkini.co)
