Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

19 Kecamatan di Deliserdang Terendam Banjir Besar, Sekolah Diliburkan

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kondisi di areal parkir Kantor BPJS Kesehatan di Jalan Karya Medan yang terendam banjir, Jumat (28/11/2025). (Foto: dok istimewa)

nusantaraterkini.co, DELISERDANG – Banjir besar merendam 19 kecamatan di Kabupaten Deliserdang dan melumpuhkan berbagai aktivitas masyarakat. Seluruh sekolah di wilayah tersebut terpaksa diliburkan karena kondisi yang tidak memungkinkan.

Sejumlah instansi seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan BPBD telah dikerahkan untuk membantu warga terdampak. Namun, sejak dua hari bencana terjadi, Bupati Deliserdang Asriludin Tambunan belum terlihat di lokasi banjir. Informasi yang dihimpun dari lingkungan Pemkab menyebutkan bahwa bupati sedang berada di Jakarta untuk mengikuti sebuah kegiatan selama empat hari terakhir.

Di lapangan, penanganan langsung dilakukan oleh Wakil Bupati Deliserdang, Lom Lom Suwondo, yang meninjau lokasi banjir sekaligus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan.

Baca Juga : Warga Korban Banjir Geruduk Kantor Camat Batang Kuis, Tuntut Bantuan dan Normalisasi Parit

Tak hanya pemukiman warga, banjir juga telah merendam halaman Kantor Bupati Deliserdang dan beberapa kantor dinas lainnya di kawasan pemerintahan. Ribuan warga di titik banjir terdalam memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Dinas Kominfostan Deliserdang, Anwar Sadat Siregar, menyampaikan bahwa pemerintah daerah fokus pada penanganan darurat. “Total ada 19 kecamatan terdampak. Dapur umum dan layanan kesehatan sudah didirikan di seluruh lokasi banjir. Sementara sekolah kami liburkan sementara,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).

Akses Jalinsum Tanjung Morawa–Medan Lumpuh Total

Banjir juga melumpuhkan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di kawasan perbatasan Tanjung Morawa–Medan Amplas, tepatnya di depan Perumahan Rivera. Sejumlah kendaraan yang memaksa melintas justru mogok akibat tingginya genangan.

Ketinggian air mencapai setinggi pinggang orang dewasa atau sekitar satu meter. Hanya kendaraan besar seperti truk dan bus yang masih dapat melintas, sementara minibus dan sepeda motor memilih berhenti.

Satu-satunya akses yang masih aman digunakan adalah Tol Belmera.

Selain Jalinsum, jalur tol arah Tebing Tinggi menuju Medan di KM 41—antara Gerbang Tol Paluh Kemiri Lubuk Pakam dan Gerbang Tol Tanjung Morawa—juga terputus total akibat jalan amblas. Petugas kepolisian dan Jasa Marga Kualanamu Tol (JMKT) terpaksa mengalihkan arus kendaraan ke jalur lain untuk sementara waktu.

(Dra/nusantaraterkini.co).