Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Sebanyak 444 jemaah haji Kelompok Terbang (Kloter) 13 resmi diberangkatkan dari Embarkasi Palembang menuju Tanah Suci, Senin (11/5/2026) pagi. Namun, ada satu orang jemaah asal Pagaralam terpaksa ditunda keberangkatannya karena alasan kesehatan.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Selatan, M. Arkan Nurwahiddin, mengonfirmasi bahwa dengan keberangkatan ini, total jemaah yang telah diterbangkan melalui Embarkasi Palembang mencapai 5.750 orang.
Baca Juga : 440 Jemaah Kloter Dua Embarkasi Palembang Bertolak ke Tanah Suci, Tiga Orang Batal Terbang
"Alhamdulillah, proses pemberangkatan berjalan lancar. Hingga Kloter 13 ini, kita sudah memberangkatkan 5.750 jemaah, dengan rincian jemaah asal Sumatera Selatan sebanyak 4.627 orang, Bangka Belitung 1.071 orang, dan didampingi oleh 52 petugas kloter," ujar M Arkan Nurwahiddin dalam keterangan tertulis yang diterima.
Baca Juga : Dinkes Sumsel Targetkan Vaksinasi Jemaah Haji 2026 Rampung Pekan Ini
M Arkan menekankan agar seluruh jemaah disiplin menjaga kesehatan dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, seperti untuk selalu menyiapkan dan menggunakan item-item berikut:
1. Kacamata Hitam: Untuk melindungi mata dari paparan sinar UV dan debu.
Baca Juga : Kloter 9 Masuk Asrama, Jemaah Calon Haji Diimbau Jaga Fisik Jelang Armuzna
2. Masker: Wajib menutupi hidung dan mulut, serta diganti secara rutin setiap 4–6 jam.
3. Semprotan Air: Pastikan botol semprotan selalu terisi air untuk menjaga kelembapan wajah dan suhu tubuh.
4. Payung: Disarankan membawa payung lipat agar praktis dibawa saat berpindah tempat.
Baca Juga : Gara-gara Kabut dan Katering, Keberangkatan Kloter Pertama JCH Embarkasi Palembang Terlambat
5. Alas Kaki yang Pas: Gunakan sandal atau sepatu yang nyaman dan memiliki tali belakang agar tidak mudah terlepas.
6. Tas Paspor & Kantong Sandal: Selalu bawa dokumen penting dalam tas khusus, serta gunakan totebag atau kantong plastik untuk menyimpan sandal saat memasuki masjid agar tidak hilang.
Baca Juga : Pelepasan Jemaah Kloter 13, Ketua PPIH: Anggap Baju Ihram yang Dipakai Seperti Kain Kafan
Hal ini dilakukan guna mengantisipasi kondisi cuaca dan suhu ekstrem di Arab Saudi yang berisiko memicu dehidrasi bagi para jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah.
"Kami sangat berharap jemaah tidak meremehkan penggunaan APD ini. Payung, masker, dan air minum adalah kunci untuk mencegah kelelahan berlebih dan dehidrasi selama menjalankan rangkaian ibadah," tegasnya.
Hingga saat ini, PPIH Embarkasi Palembang mencatat satu jemaah atas nama Muhammad Teguh (68) asal Pagaralam batal berangkat bersama kloternya karena kondisi fisik yang belum prima.
Tim medis terus melakukan pengawasan terhadap jemaah yang tertunda guna memastikan mereka siap diberangkatkan pada kloter berikutnya jika kondisi kesehatan telah membaik.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
