nusantaraterkini.co, BEKASI - Polisi akhirnya mengumumkan identitas 7 orang remaja yang tewas tenggelam di Kali Bekasi, saat penggerebekan tawuran pada 22 September lalu.
Identitas ketujuh korban terungkap berdasarkan identifikasi postmortem dan antemortem yang dilakukan di RS Polri Kramat Jati.
Kasatreskrim Polres Bekasi, Kompol Audy Joize Oroh dalam jumpa pers di Mapolres Metro Bekasi, Jumat (4/10/2024) memaparkan ketujuh identitas tersebut.
Baca Juga : Ruangan Kantor Camat Medan Barat Terbakar
- Rizki Ramadhan (15), alamat Ciketing Selatan, Kelurahan Ciketing Udik, Bantargebang, Bekasi
- Rido Darmawan, alamat Kampung Kedunggede, Bekasi
- Muhammad Rizki, alamat Kampung Bojong Menteng, Kota Bekasi
- Rizki Dwi Cahyo, alamat Ciketing Selatan, Ciketing Udik, Kota Bekasi
- Muhammad Farhan, alamat Kelurahan Pendurenan, Mustika Jaya, Kota Bekasi
- Ahmad Davi, alamat Jalan Raya Narogong, Kota Bekasi
- Vino, alamat Kelurahan Pendurenen, Mustika Jaya, Bekasi
Dari identifikasi forensik dan autopsi, dapat disimpulkan bahwa ketujuh remaja tersebut meninggal dunia karena tenggelam.
"Dapat disimpulkan dari hasil pemeriksaan luar autopsi dan toksikologi dari ketujuh jenazah ini meninggal karena tenggelam," kata Audy.
Tak Ada Pelanggaran Etik Polisi
Baca Juga : Rumah di Gang Padat Penduduk di Manggarai Terbakar, 15 RT Terdampak
Propam Polda Metro Jaya telah memeriksa anggota patroli tim perintis Polres Metro Bekasi yang mengamankan tawuran di Bekasi pada 22 September lalu.
Dalam peristiwa ini, 7 orang remaja ditemukan tewas tenggelam di Kali Bekasi.
"Berdasarkan pemeriksaan dari bid propam Polda Metro Jaya, terhadap para petugas yang melaksanaakan patroli hasilnya adalah tidak ditemukan adanya pelanggaran kode etik," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi dalam jumpa pers di Polres Metro Bekasi, Jumat (4/10/2024).
Baca Juga : Aksi Demonstrasi di Medan, Ratusan Massa Blokir Jalan Balai Kota
Kasatreskrim Polres Bekasi Kompol Audy Joize Oroh memberikan klarifikasi terkait adanya suara tembakan yang didengar saat penggerebekan.
"Ini dari keterangan seluruh saksi, ada 22 saksi yang diamankan, ada tambahan dari satu saksi dan datang ke kami menambahlan keterangan. Menurut saksi, dia tidak mendengar suara tembakan, dari tim patroli sendiri tidak ada yang mengeluarkan tembakan," jelas Audy.
Dalam penggerebekan tersebut, polisi mengamankan sejumlah senjata tajam, antara lain 18 bilah celurit dan 30 unit sepeda motor yang ditinggalkan begitu saja oleh pelaku tawuran saat penggerebekan. Barang bukti ini ditampilkan polisi saat jumpa pers siang ini.
Baca Juga : Kepala Dinas di Bengkulu Kabur Usai Tabrak Pelari hingga Tewas, Polisi Ringkus di Rumahnya
(Dra/nusantaraterkini.co).
