nusantaraterkini.co, LANGSA - Sebanyak 93 pengungsi gelap etnis Rohingya berhasil diamankan oleh tim gabungan Ram Chek saat melaksanakan tugas di Terminal Tipe A Kota Langsa, Aceh, pada Senin (17/2/2025).
Pengungsi tersebut ditemukan dalam sebuah bus wisata yang dikemudikan oleh Jefrianto Ginting, dengan kernet bernama Rahmat Tarigan. Keduanya tidak membawa identitas resmi seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Baca Juga : Tiga Tersangka Penyelundup Rohingya Dilimpahkan ke Kejari Aceh Timur
Menurut keterangan sopir bus, mereka diminta untuk membawa penumpang dari Kabupaten Bireuen ke Medan dengan tarif Rp 600.000 per orang.
“Kami hanya diperintahkan untuk mengantar penumpang ke Medan dan tidak mengetahui identitas mereka,” ungkap Jefrianto.
Menurut Muhammad Kholiq Kurniawan, Pengawas Transportasi Darat Terminal Tipe A Langsa, razia tersebut dilakukan setelah petugas menemukan bus yang tidak menggunakan plat nomor polisi dan tidak memiliki surat-surat kelengkapan.
Baca Juga : Pengungsi Rohingya di Langkat Mulai Menghilang, Diduga Diperjualbelikan ke Malaysia
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, terungkap bahwa bus tersebut mengangkut imigran gelap etnis Rohingya.
"Saat melakukan razia, kami menemukan bus yang tidak menggunakan plat nomor polisi dan tidak memiliki surat-surat kelengkapan. Setelah diperiksa lebih lanjut, bus tersebut ternyata mengangkut imigran gelap Rohingya," jelas Kholiq.
Saat ini, para imigran gelap tersebut masih diamankan di Terminal Tipe A Langsa. Organisasi Migrasi Internasional atau IOM juga telah terpantau berada di lokasi.
Baca Juga : Polisi Tangkap Warga yang Atur Kedatangan Imigran Rohingya di Deli Serdang
Kristin, staf International Organization for Migration (IOM), saat dikonfirmasi, menyatakan bahwa pihaknya belum mengetahui rencana penempatan pengungsi tersebut.
“Kami masih menunggu instruksi resmi dari pemerintah setempat mengenai langkah selanjutnya,” ujarnya.
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan mengenai jaringan penyelundupan manusia dan perlindungan terhadap pengungsi Rohingya yang terus menjadi perhatian internasional.
“Kami berharap pemerintah dan organisasi terkait segera mengambil langkah untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan para pengungsi,” tambah Kristin.
Pemerintah setempat diharapkan dapat segera memberikan solusi yang tepat untuk menangani situasi ini, mengingat kondisi pengungsi yang membutuhkan perlindungan dan perhatian khusus.
(Dra/nusantaraterkini.co).
