Nusantaraterkini.co, SUMUT - Hujan yang melanda Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang terjadi pada 24-28 November 2025 menyebabkan terjadinya bencana alam.
Menurut data yang diterima dari Polda Sumut melalui Ops Aman Nusa Toba 2025, tercatat ada sekitar 503 titik bencana alam yang melanda Provinsi Sumut.
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan merincikan dari 503 titik tersebut terdiri dari tanah longsor 166 titik, banjir 315 titik, pohon tumbang 20 titik, puting beliung 2 titik.
Baca Juga : Jalur Hinai–Padang Tualang Lumpuh, Aparat Desa dan Warga Bangun Jembatan Darurat
Baca Juga : Empat Hari Terisolir Akibat Banjir, 310 Ribu Jiwa di Kabupaten Aceh Tamiang Terancam Kelaparan
Ia mengatakan 503 titik itu didata dari 21 wilayah hukum Polres jajaran Polda Sumut yang meliputi
Polres Tapanuli Utara (Taput) 68 titik,
Polrestabes Medan 62 titik,
Polres Tapanuli Tengah (Tapteng) 56 titik,
Polres Madina 46 titik,
Polres Tebingtinggi 46 titik,
Polres Pelabuhan Belawan 43 titik,
Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) 34 titik,
Polres Pakpak Bharat 24 titik,
Polresta Deliserdang 22 titik,
Polres Asahan 19 titik,
Polres Sibolga 18 titik,
Polres Padangsidimpuan 15 titik,
Polres Humbahas 13 titik,
Polres Langkat 12 titik,
Polres Binjai 10 titik,
Polres Tanah Karo 7 titik,
Polres Nias 2 titik,
Polres Batubara 2 titik,
Polres Sergai 2 titik,
Polres Nisel 1 titik, dan
Polres Siantar 1 titik.
Dari 503 titik bencana alam, kata juru bicara Polda Sumut ini, jumlah korban tercatat ada 1.090 orang dengan rincian;
Baca Juga : Banjir dan Longsor Sumatera: Pemerintah Didesak Utamakan Penanganan Para Pengungsi
Baca Juga : Update Longsor Taput, Bencana Alam Taput, 9 Orang Meninggal dan 31 Lainnya Hilang
Meninggal Dunia 176 orang,
Luka Berat 32 orang,
Luka Ringan 722 orang, dan
Hilang 160 orang.
“Sesuai data dari 21 Polres jajaran Polda Sumut, ada sekitar 30.445 orang mengungsi karena bencana alam yang melanda Provinsi Sumut,” pungkas pria dengan melati tiga dipundaknya ini.
(Akb/nusantaraterkini.co)
