Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Akses Pantai Barat Madina Lumpuh, Banjir dan Longsor Putus Jalur Utama

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Muhammad Reza
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Personel Satlantas Polres Madina melakukan sosialisasi penutupan jalan akibat banjir dan longsor ke arah Pantai Barat, Kamis (27/11/2025). (Foto: dok istimewa)

Nusantaraterkini.co, MADINASatlantas Polres Mandailing Natal (Madina) menyatakan jika saat ini akses jalan menuju kawasan Pantai Barat tidak dapat dilalui seluruh jenis kendaraan akibat banjir dan tanah longsor.

Sejumlah ruas jalan yang terputus total berada di wilayah Batang Natal, Lingga Bayu, Natal dan Muara Batang Gadis.

Material longsor serta banjir besar menutup badan jalan sehingga membuat arus kendaraan lumpuh.

Baca Juga : Pemkab Madina Liburkan Sekolah yang Terdampak Banjir dan Longsor

Kasat Lantas Polres Madina, Iptu Sumardi mengatakan, titik longsor di wilayah Pantai Barat berada di Desa Tano Bato dan Sopo Tinjak, sementara banjir merendam kawasan Batang Natal, Lingga Bayu, Batahan, dan Muara Batang Gadis.

“Lalu lintas menuju Batang Natal, Lingga Bayu, Natal, dan Muara Batang Gadis tidak bisa dilalui kendaraan,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).

Ia menambahkan, kondisi tersebut hanya terjadi di empat kecamatan tersebut. Sementara Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) mulai dari Desa Sihepeng (perbatasan Tapanuli Selatan) hingga Kecamatan Muara Sipongi masih dapat dilalui kendaraan seperti biasa.

Baca Juga : Pemkab Madina Tetapkan Status Tanggap Darurat 14 Hari Kedepan

Terpisah, Kaur Bin Opsnal Satlantas Polres Madina, Ipda Muhammad Yamin menyampaikan, petugas telah ditempatkan di Jembatan Merah Desa Purba Baru untuk mengalihkan arus kendaraan agar tidak memasuki persimpangan menuju Panyabungan Selatan.

“Personel sudah disiagakan di Jembatan Merah untuk memastikan pengendara tidak masuk ke jalur pantai barat yang saat ini terputus total,” katanya.

Selain itu, Dinas PUPR Madina dan PUPR Provinsi masih melakukan pembersihan material longsor dan endapan lumpur yang terbawa arus sungai di sejumlah titik.

(Mra/Nusantaraterkini.co)