Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Alami Gangguan Ginjal, Seorang Jemaah Kloter 1 OKU Timur Dirujuk ke RS Siti Fatimah Jelang Keberangkatan

WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sejumlah jemaah calon haji lansia yang sedang menunggu giliran waktu masuk ke asrama, Selasa (21/4/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.coPALEMBANG — Seorang jemaah haji asal Kabupaten OKU Timur yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) pertama terpaksa dirujuk ke RS Siti Fatimah. Hal ini untuk menjalani pemeriksaan intensif akibat gangguan ginjal, sesaat setelah memasuki Asrama Haji Embarkasi Palembang, Selasa (21/4/2026).

Kepastian keberangkatan jemaah tersebut menuju Tanah Suci kini bergantung pada hasil diagnosa medis akhir, sementara 442 jemaah lainnya tetap menjalani rangkaian prosedur embarkasi sebelum dijadwalkan bertolak menuju Madinah pada Rabu (22/4/2026).

Baca Juga : Faktor Kesehatan, Satu Jemaah Kloter 11 Embarkasi Palembang Gagal Berangkat

"Jemaah saat ini dirujuk ke RS Siti Fatimah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jadi diberangkatkan atau tidaknya menunggu hasil pemeriksaan terlebih dahulu," ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman saat diwawancarai, di Asrama Haji Palembang.

Baca Juga : Sela Qamsiah Siswi 14 Tahun jadi Jemaah Termuda Gantikan sang Ibu

Trisnawarman menjelaskan jika pemeriksaan kesehatan di tingkat provinsi, dilakukan sebagai pengecekan ulang meski jemaah telah dinyatakan lolos di tingkat kabupaten/kota. Beberapa kondisi kesehatan yang menjadi perhatian serius tim medis meliputi gangguan ginjal, penyakit jantung berat, kanker, pasien yang memerlukan oksigen, hingga risiko stroke guna memastikan kelaikan jemaah untuk terbang.

"Pesannya haji sehat haji mabrur, jaga kesehatan. Banyak minum air putih, paling tidak 2-3 liter sehari atau per jam 300 cc,” imbuhnya.

Baca Juga : Dua Hari Hilang di Sungai Komering, Siswi SMP di OKU Timur Ditemukan Meninggal Dunia

Di tengah proses embarkasi, tim kesehatan terus memberikan edukasi kepada para jemaah agar senantiasa menjaga kondisi fisik mengingat cuaca dan aktivitas ibadah yang berat. Jemaah diimbau untuk disiplin mengonsumsi air putih guna menghindari dehidrasi selama perjalanan dan saat berada di Arab Saudi nanti.

Baca Juga : Gara-gara Kabut dan Katering, Keberangkatan Kloter Pertama JCH Embarkasi Palembang Terlambat

Hingga saat ini, petugas medis masih terus memantau kondisi jemaah yang dirujuk untuk menentukan status kelaikan keberangkatannya.

"Pesannya haji sehat haji mabrur, jaga kesehatan. Banyak minum air putih, paling tidak 2-3 liter sehari atau per jam 300 cc," tuturnya.

Baca Juga : Satu Jam Diguyur Hujan Angin, Sejumlah Ruas Jalan Utama Palembang Kembali Dilanda Banjir

Sementara itu, Kakanwil Kemenhaj Sumsel, Arkan Nurwahiddin menyebut total jemaah yang masuk ke asrama pada hari ini berjumlah 443 orang, yang terdiri dari 438 jemaah, empat petugas kloter, dan satu petugas haji daerah (PHD).

Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan hak-hak jemaah, seperti uang living cost sebesar 750 Riyal dan kartu Nusuk, tersampaikan dengan baik sembari memantau perkembangan kesehatan jemaah yang sedang dirujuk.

"Alhamdulillah, hari ini kami menerima 443 jemaah yang terdiri dari 438 jemaah, empat petugas kloter, dan satu petugas haji daerah (PHD). Kami ingin jemaah berangkat dalam keadaan tenang dan penuh kesiapan," kata dia.

 (Tia/Nusantaraterkini.co)