Alasan Presiden Jokowi Tunjuk AHY jadi Menteri ATR
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Alasan Presiden Jokowi menunjuk Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Kepala Badan Pertahanan Nasional (Menteri ATR/BPN) karena latar belakang AHY yang militer.
Selain karena ada kursi yang kosong mengingat Presiden Jokowi menunjuk Ketua Umum Partai Demokrat tersebut untuk mengisi kursi yang ditinggalkan oleh Hadi Tjahjanto.
Baca Juga : Tinjau Rusun Mahasiswa UNSRI, Menko AHY Dorong Standardisasi Hunian Kampus Layak dan Terjangkau
Kemudian, karena latar belakang AHY merupakan alumni Akademi Militer (Akmil) dan juga menempuh pendidikan universitas ternama di luar negeri.
“Saya kira, saya tidak ragu memberikan tempat atau Kementerian ATR/BPN karena ini urusan manajemen, saya kira beliau bisa,” kata Presiden Jokowi usai melantik AHY di Istana Negara, Jakarta seperti dilansir dari laman CNBC pada Rabu (21/2/2024).
nusantaraterkini.co/uploads/images/202402/image_870x_65d5911b7d626.jpg" alt="">
Baca Juga : Dua Bulan Pancabencana, AHY Resmikan Huntara di Aceh Tamiang
Profil AHY
Setelah lulus dari Akmil, AHY mengikuti sekolah Dasar Kecabangan Infanteri dan Kursus Combat Intel. Pada Tahun 2008, AHY mengikuti kurses Scuba Divers TNI AL di Kepulauan Seribu.
Selain pendidikan Militer, AHY juga menempuh pendidikan tinggi formal. Ia memiliki tiga gelar pendidikan master, yakni Master Of Science in Strategic Studies di Nanyang Technological University, Singapura pada Tahun 2006, Master in Public Administration dari Harvard University, Amerika Serikat pada Tahun 2010, serta Master of Arts in Leadership and Management dari Website University Amerika Serikat. AHY meraih predikat Summa Cum Laude pada Tahun 2015 dengan IPK 4.0.
Baca Juga : Sidang Dugaan Korupsi Jalur Kereta Api DJKA Dipadati Kader Demokrat
Kemudian pada Tahhun 2015, AHY juga mendapat predikat Summa Cum Laude dari US Army Command and General Staff College di Ford Leavenworth, Kansas.
AHY kali pertama terjun ke dunia politik saat didaulat oleh Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN) untuk menjadi Calon Gubernur DKI Jakarta pada Pemilihan Umum Gubernur DKI Jakarta Tahun 2017 silam.
(Akb/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Menko IPK: Jangan Sampai Bangunan Infrastruktur Megah tapi tidak Terintegrasi dan Sia-sia
