Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Video, Anak-anak di Kabupaten Samosir, Serukan Stop Bullying dalam Peringatan Hari Anak Nasional ke-41

Editor :  Hadi
Reporter :  JAS
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co,SAMOSIR. Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-41, anak-anak generasi muda tingkat SMP dan SMA perkecamatan di Kabupaten Samosir mengikuti perlombaan senam dan pidato dengan tema stop Bullying.

Peringatan Hari Anak Nasional(HAN) di langsungkan di Panggung Terapung Waterfroncity, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Kamis(21/08/25).

Kegiatan ini bukan sekedar perlombaan, namun sebagai pengingat bahwa tindakan bullying merupakan kekerasan tehadap anak secara verbal yang harus di tindak tegas dan diberhentikan.

Dalam moment ini, anak-anak menyuarakan agar menghentikan bullying dan stop kekerasaan terhadap perempuan, melalui gerakan senam yang mengisiaratkan perempuan itu istimewa dan berharga, mengajak penonton untuk menghentikan kekerasaan terhadap anak dan perempuan.

Tak hanya itu, para anak yang berlomba juga meexpresikan bagaimana besarnya efek dari bullying, terhadap anak-anak lemah yang kerap kali ditindas.

Bullying kerap kali terjadi di sekolah, bahkan ditengah-tengah masyarakat sering sekali orang-orang acuh tak acuh bahkan diam ketika melihat bullying.

Salah satu peserta berinsial AN, mengatakan dampak dari bullying sangat besar pengaruhnya terhadap anak.

Baca Juga : Peringati Hari Anak Nasional ke-41, Remaja di Samosir Serukan Stop Bullying

"Bullying sangat berdampak besar bagi psikologi seorang anak, mereka yang memiliki kuasa sesukanya mengejek, menghina bahkan melakukan pelecehan seksual terhadap teman-teman yang lemah tanpa memikirkan resiko dari perbuatanya," ucapnya dengan suara serak.

AN juga mengatakan dalam pidatonya, bahwa ada undang-undang yang melindungi setiap orang, namun masih tetap ada bullying.

"Dalam pasal 28 J ayat 1, Undang-undang Dasar Republik Indonesia yang berbunyi: "setip orang wajib menghormati hak asasi manusia dalam tertib, kehidupan bermasyarakat dan berbangsa bernegara". Saudara sekalian bullying sangat berdampak besar jika kita tidak dikalahkan dan dihentikan, jika di diamkan maka akan berakibat fatal bahkan berujung kematian,"tegasnya dengan berderai air mata.

Ia sebagai anak terharu dan menangis saat membacakan pidatonya tentang Bullying di Indonesia yang begitu kejam, ia merasakan begitu perihnya ditindas sehingga mengajak seluruh hadirin untuk menciptakan lingkungan sekolah aman dan nyaman jauh dari bullying.

"Mari lah bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, bullying harus segera di hentikan, dengan cara kita semua menolak tindakan  bullying dan berani melaporkan kepada pihak berwenang,"ungkapnya sambil mengusap air mata.

Dalam pidato terakhirnya, ia menyampaikan, "Korban bullying harus di dukung agar mereka tidak kesepian, jadilah teman bukan musuh," ucapnya dengan suara lantang hingga meneteskan air mata.

(jas/nusantaraterkini.co)