Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Apel Antisipasi Premanisme, Kapolrestabes Medan: Lakukan Cara yang Tegas Tapi Tetap Humanis

Editor :  hendra
Reporter :  Bagus Kurniawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan saat memberikan kata sambutan di Apel antisipasi premanisme di Lapangan Merdeka Sabtu (10/5/2025) pukul 17.00 WIB. (Foto: Bagus Kurniawan/Nusantaraterkini.co)

nusantaraterkini.co, MEDAN - Polrestabes gelar apel antisipasi premanisme di Lapangan Merdeka pada, Sabtu (10/5/2025) pukul 17.00 WIB.

Dari amatan nusantaraterkini.co, terlihat pukul 17.00 WIB seluruh personel sudah bersiap untuk melakukan apel, dan terlihat sinergisitas antara stakeholder terkait dimana ada TNI-Polri, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Kepolisian Pamong Praja (Satpol PP).

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan bahwa gerakan antisipasi premanisme ini merupakan sinergisitas stakeholder terkait untuk mengamankan Kota Medan dari preman.

Baca Juga : Target Turunkan Angka Begal, Kapolrestabes Medan Berkantor di Polsek Sunggal

"Hari ini kita menggelar apel bersama untuk menyatukan tekad, gerakan dan frekuensi dengan kebijakan pimpinan pusat. Baik bapak Presiden, Menko Polhukam, Panglima TNI, Kapolri, dan Mendagri. Hari ini menjadi tantangan buat kita ada sekelompok orang yang kemudian mengganggu aktifitas masyarakat untuk melaksanakan kegiatan perekonomiannya yang mencari nafkah bahkan sampai investasi," ucapnya saat memberikan kata sambutan dalam apel antisipasi premanisme di Lapangan Merdeka Sabtu (10/5/2025) pukul 17.00 WIB.

Gidion mengatakan di mana kegiatan yang mereka (preman) lakukan adalah bentuk-bentuk yang menampakkan atau menonjolkan arogansi, kekerasan, dan kesewenang-wenangannya dalam aktifitas yang dengan maksud mencari keuntungan sendiri.

Tidak jarang yang mereka lakukan menimbulkan keresahan, rasa cemas di tengah masyarakat. Sehingga menjadi persoalan untuk pergerakan perekonomian maupun dinamika sosial.

Baca Juga : Jaga Kota Medan, Polrestabes Medan Terjunkan 301 Personel 

"Aksi mereka kita kenal dengan premanisme, kita baik TNI, Polri, Sat Pol PP termasuk Dishub masing-masing memiliki sektor pelayanan dan mungkin menerima pengaduan dari masyarakat terhadap persoalan ini. Karena itu langkah kita agar bersama-sama kita menyamakan persepsi bahwa kita tidak menjadi bagian dari premanisme. Tetapi kita menjadi bagian dari mengamankan masyarakat memberikan rasa aman dan nyaman," jelasnya.

Gidion menyampaikan ada beberapa peristiwa yang viral di kota Medan ini, misalnya seseorang yang mengambil Hp di konter dengan cara paksa. Lalu ada juga peristiwa meminta top up voucher dengan cara mengancam menggunakan tongkat kayu atau senjata tajam.

Ruang publik yang lain, di Bandar Selamat, Sunggal, yang memaksa dengan senjata tajam untuk meminta parkir melebihi tarif yang ditetapkan. Atau alih-alih melancarkan lalu lintas tetapi dia menghambat dengan cara meminta uang.

Baca Juga : Viral di Medsos, Gubernur Sumsel Pastikan Pungli di Perbatasan OKI-Banyuasin Ditindak Tegas

"Sepertinya sepele dan kecil, tetapi karena itu dilakukan terus menerus kemudian digaungkan maka seakan-akan menjadi pranata sosial yang buruk untuk kota Medan, karena itu, kita sama-sama tinggal di Medan, tidak rela Medan dicap menjadi kota preman, kita tidak rela Medan menjadi Gotham, kota yang penuh dengan kekerasan seolah-olah TNI, Polri, dan Satpol PP tidak bergerak untuk menghadapinya," tegasnya.

Gidion mengatakan dengan penegakkan hukum dan menghadirkan kewenangan dimiliki, tetap melakukan kegiatan lanjutan berupa patroli dialogis bersama.

"Ini jadi tantangan dan momentum buat kita, melakukan dengan cara yang tegas tapi tetap humanis," tuturnya.

Baca Juga : Luka Kening Hingga Gigi Patah, Warga Desak Polsek Pancur Batu Tangkap Preman Kampung Penganiaya Buruh

Gidion akan menyapa masyarakat, baik yang berdagang atau di konter Hp yang pernah menjadi korban premanisme, terlebih aksi ini mengganggu investasi.

"Jadikan ini momentum, menyatukan kekuatan agar pergerakan kita dapat dilihat oleh masyarakat, kita siap sewaktu-waktu masyarakat mendapatkan ancaman, hal-hal yang tidak diinginkan bisa melaporkan kepada kita," pungkasnya.

Dari informasi yang dihimpun khusus untuk layanan Polri telah disiapkan 110, untuk pengaduan antisipasi premanisme.

(Cw2/Nusantaraterkini.co)