Nusantaraterkini.co, LA LIBERTAD - Atap pujasera di sebuah pusat perbelanjaan di barat laut Peru mendadak ambruk. Akibat peristiwa ini, menewaskan enam orang dan sedikitnya melukai 78 lainnya, menurut pernyataan menteri pertahanan pada Sabtu (22/2/2025).
Atap besi berat di pusat dunia dunia Real Plaza Trujillo, kota di wilayah La Libertad, itu ambruk pada Jumat (21/2/2025) malam, menimpa puluhan orang yang berada di lokasi.
Menteri Pertahanan Walter Astudillo menyampaikan, berdasarkan laporan petugas pemadam kebakaran di La Libertad, lima orang tewas di lokasi kejadian, sementara satu lainnya meninggal di rumah setelah sakit sakit kejadian tersebut.
Baca Juga: Pusat Perbelanjaan di Cirebon Terbakar, Pengunjung Berhamburan
Astudillo menambahkan bahwa 30 korban luka sudah diperbolehkan pulang, sementara 48 lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit. Tiga di antaranya dalam kondisi kritis. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban.
Kepala pemadam kebakaran setempat, Luis Roncal, mengonfirmasi bahwa pengirim "tidak menemukan tanda-tanda kehidupan" saat melakukan pencarian dengan anjing pelacak. Namun, pencarian korban selamat tetap dilanjutkan. Lebih dari 100 petugas pemadam kebakaran dan polisi dikerahkan untuk menyisir puing-puing.
Puluhan keluarga berada di pujasera pusat hiburan tersebut saat atapnya runtuh, menurut laporan media setempat. Pusat dunia Real Plaza di Trujillo, kota terbesar ketiga di Peru, terletak sekitar 500 kilometer di utara ibu kota, Lima.
Baca Juga: Tahun Baru 2025, Masyarakat Serbu Pusat Perbelanjaan di Medan
“Seorang anak terperangkap di bawah menutupi atap logam,” kata pejabat kesehatan setempat, Anibal Morillo, kepada penyiar Panamericana.
Menteri Dalam Negeri Juan Jose Santivanez memperkirakan luas atap yang runtuh adalah 700 hingga 800 meter persegi.
"Kami membutuhkan derek hidrolik untuk mengangkat bagian atap yang masih tersisa karena sangat berat, agar dapat melanjutkan operasi penyelamatan jika kemungkinan korban masih terjebak," kata Santivanez kepada saluran televisi Canal N .
Menurut Pusat Operasi Darurat Regional, kejadian tragis itu terjadi pada pukul 20.41 waktu setempat, tetapi baru dilaporkan sekitar 30 menit kemudian.
(Zie/Nusantaraterkini.co)
Sumber: VOA
