Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Atasi Kemacetan Jelang Nataru, Jalur Alternatif Saribudolok-Parapat Resmi Dibuka

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar, Junaedi Antonius Sitanggang,saat meninjau langsung kesiapan infrastruktur dari Sta 14+850 hingga Sta 15+315.(foto:istimewa)

Nusantaraterkini.coPEMATANGSIANTAR-Menghadapi lonjakan arus mudik dan liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota Pematangsiantar akhirnya mengoperasikan jalur alternatif Outer Ring Road (ORR) yang menghubungkan Jalan Saribudolok dan Jalan Parapat. Langkah strategis ini diambil sebagai jawaban atas keluhan klasik kemacetan panjang yang kerap mengunci kawasan Simpang Dua saat momentum Natal dan Tahun Baru. 

"Dengan luas badan jalan mencapai sepuluh meter di setiap jalurnya, akses penghubung ini diharapkan mampu menyerap volume kendaraan dalam jumlah besar, terutama yang berasal dari pintu Tol Simpang Panei, sehingga distribusi arus lalu lintas tidak lagi bertumpu pada satu titik pusat pertemuan jalan," ujar 
Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar, Junaedi Antonius Sitanggang, Minggu (21/12/2025).

Baca Juga : Libur Nataru 2025/2026, Trafik Jalan Tol Trans Sumatera Naik Hingga 37 Persen

Saat meninjau langsung kesiapan infrastruktur dari Sta 14+850 hingga Sta 15+315, Junaedi Antonius, menyatakan pembukaan jalur ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan publik akan kenyamanan berkendara.
 
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah rambu penunjuk arah telah dipasang secara permanen guna memandu pengendara agar tidak salah mengambil jalur, baik bagi mereka yang ingin menuju arah Medan maupun yang akan berwisata ke Danau Toba. Selain pengalihan arus, pengerjaan teknis jalan ini juga telah melalui tahap pemadatan struktur tanah yang matang untuk menjamin keamanan bagi kendaraan yang melintas.

Pihak kepolisian melalui Kapolres Pematangsiantar pun telah memberikan lampu hijau dan apresiasi atas kerja keras pemerintah daerah dalam menyediakan jalur pengalihan ini. Kerja sama lintas sektoral ini dianggap krusial demi menjaga kondusivitas jalan raya selama periode libur panjang. Di sisi lain, pemerintah juga tidak melupakan aspek pengawasan melalui dukungan teknologi dengan menyiagakan kamera pemantau di titik-titik krusial sepanjang jalur lingkar tersebut.

"Pemanfaatan jalur alternatif Saribudolok-Parapat ini secara otomatis akan memangkas beban kendaraan yang selama ini menumpuk di Simpang Dua. Kami berharap pengendara bisa memanfaatkan rute ini untuk efisiensi waktu perjalanan," ungkap Junaedi Antonius Sitanggang saat melakukan inspeksi mendadak di lokasi pengerjaan.

Melengkapi kesiapan infrastruktur fisik, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Pematangsiantar juga memperkuat pengawasan dengan menambah jumlah CCTV yang dapat diakses oleh masyarakat umum secara terbuka. Dengan penempatan kamera pengawas di persimpangan strategis antara jalur ring road dan jalan protokol, potensi penumpukan kendaraan dapat dideteksi sejak dini. Hal ini memungkinkan petugas di lapangan untuk melakukan tindakan diskresi lalu lintas secara lebih presisi berdasarkan data visual yang masuk ke pusat kontrol.

Kepala Dinas Kominfo, Johannes Sihombing, menambahkan bahwa integrasi sistem pemantauan daring ini merupakan bagian dari layanan publik untuk memudahkan para pelintas dalam merencanakan perjalanan mereka melewati Pematangsiantar. Dengan total puluhan kamera yang sudah tersebar di berbagai sudut kota, keterbukaan informasi lalu lintas kini menjadi prioritas utama.

Baca Juga : Okupansi KA Putri Deli Tembus 110 Persen, Jadi Pilihan Utama Warga Sumut saat Libur Nataru

"Masyarakat kini memiliki kendali penuh untuk melihat kondisi jalan secara langsung lewat ponsel mereka sebelum berkendara. Kami telah menempatkan unit CCTV baru di titik krusial ruas Jalan Saribudolok dan Jalan Parapat agar para pemudik bisa memantau kemacetan secara online dan memilih waktu berangkat yang tepat," tutur Johannes Sihombing menjelaskan fasilitas tersebut.

(Emn/Nusantaraterkini.co)