Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sumatera Utara, Yudi Suseno melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Surya membahas sejumlah kondisi Lapas dan Rutan di Sumut.
Pertemuan ini berlangsung di ruang Wakil Gubernur Sumut dengan didampingi beberapa pejabat, Rabu (1/10/2025).
Dalam pertemuan, Yudi Suseno menyampaikan sejumlah permasalahan terkait kondisi Lapas dan Rutan yang ada saat ini.
Selain itu, dirinya juga turut menyampaikan rencana pembangunan Unit Pelaksana Teknis (Upt) baru, yaitu Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Percontohan yang ada di Kabupaten Asahan dalam waktu dekat ini.
Baca Juga : Sehari usai Dilantik jadi Kasi Bimkemaswat, Islam Langsung Cek Fasilitas Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi
Pembangunan tersebut, rencananya akan direalisasikan di atas lahan seluar 10 hektar di Desa Pasar Lembu, Kecaatan Air Joman, Kabupaten Asahan.
Menanggapi itu, Wakil Gubernur Sumut, Surya menyambut baik rencana pembangunan Lapas Percontohan yang akan dilakukan.
"Seingat saya lahan itu akan dibuat lapas percontohan. Narapidana yang hanya tinggal hitungan bulan lagi mau bebas, akan ditempatkan di sana," ujarnya.
Surya menambahkan, saat dirinya menjabat sebagai Bupati Asahan, lahan tersebut ditanami dengan tanaman produktif.
Karena itu, ia menyarankan agar pemanfaatan lahan untuk pembangunan Lapas sebaiknya disertai dengan surat resmi pemakaian lahan guna menghindari permasalahan di kemudian hari.
Baca Juga : Lantik 42 Pejabat, Kakanwil Ditjenpas Sumut Ingatkan untuk Tidak Menjadi Virus
Dalam kesempatan tersebut, Surya juga menanyakan kondisi terkini Lapas dan Rutan di Sumut.
Menanggapi itu, Kakanwil Ditjenpas Sumut Yudi Suseno menjelaskan bahwa sertifikat lahan untuk pembangunan Lapas baru sudah selesai dan telah dilakukan serah terima.
Kakanwil Ditjenpas Sumut ini pun juga menyampaikan, jumlah penghuni narapidana dan tahanan di Sumut saat ini sekitar 32 ribu orang. Pihaknya juga sudah memindahkan 100 narapidana kategori risiko tinggi kasus narkoba dari Lapas dan Rutan di Sumut ke Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah.
"Kasus narapidana yang terbanyak adalah kasus Narkoba. Sumut menjadi pintu masuk peredaran Narkoba. Pemindahan ke Lapas Nusakambangan diharapkan menjadi efek jera," pungkasnya.
Namun begitupun, saat ini Kanwil Ditjenpas Sumut tengah berupaya untuk terus memperkuat berbagai program pembinaan di dalam Lapas dan Rutan.
"Kami terus melakukan berbagai upaya pembinaan, baik itu melalui pelatihan kerja, pendidikan maupun kegiata keagamaan. Semua itu bertujuan untuk dapat membekali warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat dengan baik," pungkasnya.
(Cw4/Nusantaraterkini.co)
