Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bahaya AI dengan Nuklir Menurut Salah Satu Orang Terkaya Dunia

Editor :  hendra
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Warren Buffett, salah satu orang terkaya di dunia, kembali mengeluarkan pernyataan terkait bahayanya kecerdasan buatan (AI).

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Warren Buffett, salah satu orang terkaya di dunia, kembali mengeluarkan pernyataan terkait bahayanya kecerdasan buatan (AI).

Menurut orang yang kekayaannya menyentuh USD 132,86 miliar atau sekitar Rp 2.068 triliun per 5 Maret 2024 tersebut, bahaya dari AI sebanding dengan bahaya dari senjata nuklir.

Hal ini dikatakannya saat melakukan pertemuan tahunan dengan pemegang saham di Berkshire Hathaway.

Baca Juga : Petuah 5/25 Warren Buffett untuk Kesuksesan Karier, Simak Aturannya

"Kita melepaskan jin dari botol saat kita mengembangkan senjata nuklir. Jin tersebut melakukan hal buruk akhir-akhir ini. Kekuatannya membuat saya takut. AI kurang lebih sama. Kita mungkin berharap tak pernah melihat jin itu," kata Buffett.

Salah satu bahaya dari AI menurut Buffett adalah penggunannya untuk penipuan, terutama lewat generative AI (genAI). Seperti diketahui, genAI banyak dipakai untuk melakukan penipuan, misalnya membuat rekaman suara palsu yang suaranya menyerupai target, dan dipakai untuk banyak hal. Dari mulai meminta uang, menyebarkan hoax, sampai aksi balas dendam.

Bahkan Presiden AS Joe Biden berencana melarang penggunaan AI untuk impersonasi suara, demikian dikutip dari Techspot, Rabu (8/5/2024).

Baca Juga : Kisah Nyata dalam Alquran Tentang 3 Orang Kaya yang Disesatkan Harta Berlimpah

"Penipuan selalu menjadi bagian dari warga Amerika. Jika saya tertarik untuk berinvestasi di penipuan, ini akan menjadi pertumbuhan industri terbesar sepanjang sejarah dan ini bisa terjadi, salah satunya, karena AI," kata Buffett.

Buffett sendiri pernah menjadi korban penipuan, karena wajah dan suaranya dipakai dalam video deepfake untuk meminta uang.

Namun ia tak menampik fakta bahwa AI tentu punya kegunaan yang positif, dan ia pun mengakui kalau ia bukanlah seorang ahli AI. "Ini bukan berarti saya menolak kehadiran atau pentingnya (AI) atau apapun itu," jelas Buffett.

Baca Juga : Fengshui: Daftar Shio yang Terlahir dari Orang Tua Miskin Tumbuh Dewasa Jadi Orang Kaya

Ia pun menyebut potensi AI untuk keperluan positif sama besarnya dengan potensi untuk penggunaan yang negatif. "Saya hanya tidak tahu bagaimana ke depannya," jelas CEO Berkshire Hathaway itu.

Sebagai informasi, Buffett juga sosok yang tampaknya tidak terlalu menyukai teknologi. Ia pernah mengaku tak mau mengeluarkan uang sepeserpun untuk membeli Bitcoin, sekalipun harganya sangat murah. Bitcoin pernah disebutnya sebagai "racun tikus".

Baca Juga : Legislator Ingatkan Indonesia Miliki Sejarah Panjang sebagai Produsen Tembakau Terbaik di Dunia

(Dra/nusantaraterkini.co)