Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Banjir dan Longsor Sumut, PDIP Instruksikan Seluruh Kantor Partai jadi Tempat Pengungsian Warga

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Sofyan Akbar
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Para warga ramai mengungsi di kantor PDI Perjuangan. (Foto: dok istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara (Sumut) menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas peristiwa bencana alam, banjir, tanah longsor yang terjadi di sejumlah daerah Sumut sejak Sabtu (22/11/2025).

Bencana alam ini khususnya yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sibolga, Mandailing Natal (Madina), Nias Selatan (Nisel), Gunung Sitololi, dan Tapanuli Selatan (Tapsel).

Dalam data yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPD) Sumut tercatat bahwa Tapteng menjadi wilayah dengan jumlah keluarga terdampak paling besar.

Baca Juga : Kondisi Terkini Banjir dan Longsor Tapanuli Tengah

BPBD merinci keluarga terdampak berada di Kecamatan Pandan sebanyak 150 KK, Sarudik 338 KK, Barus 65 KK, Kolang 1.261 KK, Tukka 10 KK, dan Lumut 78 KK. Di Madina, sebanyak 70 KK di Desa Huta Imbaru, Kecamatan Muara Batang Gadis, juga terdampak banjir. 

Sementara itu, satu keluarga di Dusun II, Desa Samasi, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli, mengalami kerusakan rumah berat akibat longsor.

Longsor juga merusak rumah satu keluarga di Desa Hilifanaluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan. Dua unit rumah lainnya mengalami kerusakan serius di Kelurahan Sitinjak, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapsel, yang dihuni oleh enam keluarga. 

Ketua PDIP Sumut, Rapidin Simbolon juga menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya 4 orang korban jiwa di Tapteng. Dia meminta Bupati Tapteng Masinton Pasaribu melakukan seluruh upaya untuk melindungi warga Tapteng.

Rapidim juga telah menugaskan Sarma Hutajulu, Ketua DPC PDIP Tapteng untuk menjadikan kantor- kantor partai dari DPC, PAC, Ranting, hingga anak ranting untuk dijadikan sebagai tempat penampungan (pengungsian) warga.

Baca Juga : Banjir dan Longsor Bikin Jaringan Terputus, Warga Tapteng di Perantauan Cemas Tak Bisa Hubungi Keluarga

"Menjadikan kantor- kantor partai membuka dapur umum untuk warga," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (25/11/2025).

Tugas tersebut langsung dilaksanakan Sarma Hutajulu, dengan menjadikan Kantor DPC tempat menampung warga yang mengungsi.

Sarma menjelaskan bahwa DPC telah menyampaikan instruksi kepada tiga pilar partai (struktur partai, legislatif, dan eksekutif) untuk bergotong- royong dengan warga dalam menghadapi bencana alam.

"Demikian juga dengan badan sayap beserta kader dan simpatisan partai harus bergerak membantu warga," jelasnya.

Baca Juga : Banjir dan Longsor di Tapteng, Brimob Polda Sumut Terobos Bencana Lakukan Evakuasi

Selain itu, Rapidin Simbolon juga telah mengistruksikan DPD PDIP Sumut untuk segera menggelar rapat koordinasi internal dan dilanjutkan rapat koordinasi dengan seluruh DPC se- Sumut dalam rangka rehabilitasi dampak bencana alam dan antisipasi cuaca ekstrim yang berdasarkan perkiraan BMKG masih berlanjut.

PDIP Sumut akan mengoptimalkan gotong royong tiga pilar partai di setiap tingkatan. Legislatif tingkat provinsi dan kabupaten/ kota harus proaktif mendorong Gubernur, Bupati/ Walikota untuk siaga menghadapi bencana.

(Akb/Nusantaraterkini.co)