Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Banjir Landa Dua Kecamatan di Gorontalo

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kondisi banjir yang melanda Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Rabu (26/6/2024). (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Hujan dengan itensitas tinggi menyebabkan banjir di dua kecamatan yang ada di wilayah Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Rabu (26/6/2024).

Keduanya, yakni Kecamatan Dumbo Raya dan Kecamatan Kota Barat.

Baca Juga : Galian Tanah Urug CV Napogos Berkarya Jaya, Merupakan Zona Aman Bencana di Tapteng 

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, berdasarkan data sementara yang dihimpun BNPB, banjir akibatkan 1.547 KK/4.989 jiwa terdampak dari peristiwa tersebut. Sebanyak 350 jiwa di antaranya dilaporkan mengungsi ke SDN 38 dan SDN 41.

Baca Juga : Bagindo Togar: Tertibkan TPS Liar di Tanah Kosong Sebelum Terapkan Denda Sampah ke Masyarakat

"Banjir ini juga merendam 1.547 unit rumah warga di dua kecamatan. Kondisi terkini pada Kamis (27/6/2024) pukul 10.58, banjir berangsur surut di beberapa titik," ungkapnya, Kamis (27/6/2024).

Muhari menyampaikan, personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gorontalo sejak kemarin langsung menuju lokasi terdampak untuk melakukan pendataan dan koordinasi kepada pihak terkait guna lakukan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga : Membedah Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Gorontalo Perspektif Psikologi

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan pemberitahuan terkait peringatan dini potensi adanya hujan dengan itensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan kilat untuk sebagian wilayah di Provinsi Gorontalo pada Jumat (28/6/2024) dan Sabtu (29/6/2024).

Baca Juga : Guru Mesum dengan Siswi di Gorontalo, DPR Usul Unit Khusus di Sekolah

Melihat potensi tersebut, BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat, meskipun banjir berangsur surut agar tetap waspada apabila banjir kembali terjadi.

"Adapun yang bisa dilakukan antara lain dengan menyiapkan tim siaga bencana tingkat kelurahan dan desa hingga mematuhi informasi yang diberikan oleh pihak yang berwenang di daerah masing-masing," pungkasnya.

Baca Juga : Seluruh Korban Erupsi Gunung Dukono Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

(zie/nusantaraterkini.co)