Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Banjir Melanda Kota Medan, 85 Ribu Warga Dievakuasi

Editor :  Akbar
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kawasan Kampung Lalang tergenang banjir. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kondisi cuaca yang buruk terjadi di Kota Medan sejak Rabu (26/11/2025) malam sampai Jumat (28/11/2025) menyebabkan banjir secara menyeluruh di Kota Medan.

Hal itu menyebabkan masyarakat terdampak bencana alam banjir yang melanda Kota Medan. “Kami mencoba mengusahakan pada waktu tersebut di setiap daerah secara keseluruhan untuk dievakuasi,” kata Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas usai rapat koordinasi dengan PLN dan Pertamina di rumah dinas, Sabtu (29/11/2025).

Ia mengatakan jumlah masyarakat yang mengevakuasikan diri, jumlahnya sekitar 85 ribu jiwa dari total 21 kecamatan yang ada di Kota Medan.

“Saat ini kita siapkan posko pengungsian banjir yang tetap dikontrol oleh rekan-rekan kewilayahan di kecamatan dan juga kelurahan,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Rico Waas ini, pada Kamis (27/11/2025) pihaknya terus mengevakuasi masyarakat bersama dengan Forkopimda, TNI dan Polri. “Kita mengevakuasi warga pada Kamis malam sampai dinihari,” katanya.

Baca Juga : Peringatan Dini Banjir Rob: BMKG Maritim Belawan Imbau Warga Waspada Hingga 9 Desember

Baca Juga : Banjir dan Longsor Sumut: Sejumlah Warga di Pengungsian Belum Terima Bantuan

Mengenai daerah mana yang paling parah terdampak banjir di Kota Medan, Rico Waas mengatakan daerah yang paling terdampak yank di daerah Helvetia, Gaperta Ujung. “Di Helvetia ada sekitar 20 ribuan jiwa yang terdampak,” akunya.

Pihaknya terus mengusahakan evakuasi warga sampai dini hari. Pada Jumat (28/11/2025) air sudah mulai surut di daerah Helvetia. Selain Helvetia, daerah Medan Utara juga terdampak cukup luas.

Sehingga, sambungnya, menyebabkan di daerah Medan Deli, Pelabuhan, Marelan dan juga Belawan, ini terdampak luas bagian banjirnya.

“Nah, sejak Jumat (28/11/2025) sinyal komunikasi terputus atau tidak ada di daerah Marelan, Labuhan serta sebagian di daerah Medan Deli,” katanya.

Baca Juga : Timwas Bencana DPR Ajak Semua Pihak Perkuat Mitigasi dan Respons Cepat atas Bencana di Sumatera

Baca Juga : Banjir Lumpuhkan Distribusi BBM, Antrian di SPBU Medan Capai Lebih dari 1 KM

Sehingga proses evakuasi dan memberikan bantuan, sedikit terkendala. Tentunya, masih dikatakan Rico Waas, ini juga menyebabkan tim sulit menjangkau masyarakat dan juga karena tingginya debit air yang ada di Marelan dan juga Labuhan.

“Maka dari itu, kami melakukan rapat koordinasi dengan PLN dan juga Pertamina dikarenakan kemarin setelah matinya komunikasi dikarenakan juga listrik yang mati, kami juga memantau adanya penumpukan masyarakat yang mengantre di SPBU, dikarenakan permasalahan adanya kelangkaan BBM,” pungkasnya.

(Akb/nusantaraterkini.co)