Nusantaraterkini.co, OKI – Wilayah terdampak banjir di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dilaporkan meluas ke enam kecamatan setelah sebelumnya hanya melanda empat wilayah.
Dua daerah terbaru yang terkonfirmasi terendam banjir adalah Kecamatan Kayu Agung dan Kecamatan Pedamaran akibat tingginya intensitas hujan dalam sepekan terakhir.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman menyampaikan, di Kecamatan Kayu Agung banjir melanda Kelurahan Jua-Jua dan Kedaton.
Sementara di Pedamaran, genangan air merendam enam desa, yakni Menang Raya, Cinta Jaya, serta Desa Pedamaran II hingga Pedamaran V.
Baca Juga : Atasi Banjir Air Sugihan, Bupati Muchendi Instruksikan Perbaikan Pintu Air dan Normalisasi Sungai
"Saat ini masih puncak penghujan, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang terjadi," ujar Sudirman saat dikonfirmasi, Minggu (18/1/2026).
Meskipun wilayah terdampak bertambah, ia menyebut wilayah yang terdampak banjir di empat kecamatan sebelumnya, yakni Air Sugihan, Lempuing, Lempuing Jaya, dan Mesuji, sudah mulai berangsur surut.
Berdasarkan data BPBD, jumlah warga terdampak di Air Sugihan mencapai 3.520 KK, Lempuing 1.719 KK, Lempuing Jaya 1.411 KK, dan Mesuji 232 KK.
Bupati OKI, Muchendi Mahzareki mengimbau jajaran pemerintah dan masyarakat untuk tetap siaga.
Merujuk data BMKG, potensi peningkatan curah hujan diprediksi masih akan berlangsung hingga Februari mendatang.
Baca Juga : Penyintas Bencana Tapteng Tolak Relokasi, Pemkab: Tidak kita Paksa
“Meski air mulai surut, tetap waspada. Antisipasi dan mitigasi harus dilakukan bersama-sama secara gotong royong. Kita berdoa agar cuaca ekstrem ini segera normal kembali,” imbuhnya.
Muchendi mengidentifikasi adanya empat titik pintu air yang rusak dan macet sebagai penyebab utama parahnya genangan air.
Ia memastikan perbaikan infrastruktur pengairan tersebut akan segera dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta.
“Tadi kita cek bersama, ada empat titik yang perlu diperbaiki. Untuk jalur 27 dan 29 akan ditangani PT BAP, sedangkan sisanya akan dikerjakan oleh Pemda,” tuturnya.
Selain perbaikan pintu air, ia juga menekankan pentingnya normalisasi kanal dan sungai sebagai solusi jangka panjang untuk meminimalkan banjir musiman di wilayah tersebut.
Rencana normalisasi ini akan segera dilaporkan kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta pihak terkait lainnya.
“Kita perlu normalisasi sungai. Penanganan banjir harus dilakukan secara kolaboratif, tidak hanya mengandalkan APBD saja,” ucap dia.
(Tia/nusantaraterkini.co)
