Nusantaraterkini.co, BANDUNG - Bek Persib asal Brasil, Gustavo Franca, merupakan sosok debutan musim ini di Liga 1 2024-2025.
Gustavo Franca didatangkan Persib dari klub sebelumnya, CD Tondela, yang berkompetisi di kasta kedua Liga Portugal.
Ia mengaku perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan sepak bola Indonesia. Pasalnya, ada perbedaan karakter dan gaya sepak bola Liga Portugal yang mengandalkan sisi taktis, dibandingkan Liga Indonesia yang lebih fisik.
Baca Juga : Meski Terganjal Regulasi FIFA, Bek Liga Inggris Buka Pintu Main di Timnas Indonesia
Aspek fisik yang dimaksud adalah karakter pemain kuat dan cepat dalam berlari, disertai taktik permainan transisi yang menghiasi banyak tim di Liga 1.
“Sepak bola Indonesia itu lebih (mengandalkan kekuatan) fisik. Lebih pada permainan transisi dan setiap saat harus selalu siap untuk transisi bertahan,” nilai Franca, dilansir dari Kompas.com.
“Ini sangat berbeda, sepak bola Asia memiliki karakteristik berbeda, Eropa juga berbeda. Jika Anda pergi ke belahan dunia lain seperti di Eropa, tentunya akan berbeda,” paparnya.
Baca Juga : Sudah 99 Persen AC Milan Datangkan Kyle Walker Pengumuman dalam Waktu Dekat
Berkat karakter dan gaya yang disuguhkan, Franca tak menyangka sepak bola Indonesia benar-benar punya pendekatan berbeda dan jadi hal yang baru baginya.
Ia sudah pernah berkarier di Liga Brasil, Azerbaijan, hingga Portugal, namun Liga 1 Indonesia memang memiliki karakternya tersendiri.
“Begitu kuat, begitu bagus juga. Bagi saya ini benar-benar baru. Ini permainan sepak bola yang sepenuhnya berbeda di karier saya sebelumnya,” kata Franca mengakui.
Baca Juga : Dominasi Ramon Tanque Bawa Persib Bandung Bungkam Bhayangkara FC 2-0
“Saya dan rekan-rekan setim harus beradaptasi karena baru bergabung. Terutama dengan sekarang bertambahnya pemain asing di liga ini akan meningkatkan levelnya," sambungnya.
Pemain 28 tahun ini tak memungkiri banyak pemain lokal berkualitas. Di Persib ia mengenal Dedi Kusnandar sebagai defender midfielder yang bagus, serta penyerang cerdik dalam seorang Dimas Drajad.
“Di sini juga ada banyak pemain lokal yang bagus, jadi ini akan meningkat,” sebutnya.
Franca merasa butuh banyak belajar, menyesuaikan diri dengan gaya permainan sepak bola Indonesia seperti demikian.
Apalagi pelatih Persib Bojan Hodak dikenal sebagai juru taktik yang mengandalkan skema transisi dalam pendekatan strateginya. Ia penasaran sejauh mana dirinya bisa memberikan kontribusi nyata untuk tim kebanggaan Bobotoh.
Membuka kompetisi Liga 1 2024-2025, Persib sejauh ini belum terkalahkan dengan menang sekali dan imbang dua kali dari tiga laga.
Baca Juga : Persib Bandung Kian Kokoh di Puncak Klasemen Super League Usai Tekuk Persita 1-0
“Jadi ini waktunya untuk memahami, untuk belajar dan juga untuk lebih baik hari demi hari,” tukasnya. (rsy/nusantaraterkini.co)
