nusantaraterkini.co, JAKARTA - Belum menunjukkan prestasi, utusan khusus Presiden banyak menimbulkan kontroversi.
Usai masalah Gus Miftah, kini muncul kontroversi dari utusan khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.
Baru-baru ini, kontroversi itu muncul ketika iring-iringan kendaraan patwal RI 36 yang menempel Raffi Ahmad diduga bersikap arogan di jalan raya.
Baca Juga : Penyebar Video Mobil Dinas Raffi Ahmad Minta Maaf, Nama Meutya Hafid hingga Instansi Polri Terseret
Meskipun Raffi tidak berada di lokasi saat kejadian, insiden ini semakin memperburuk citra utusan khusus presiden.
Analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensat menyarankan Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengevaluasi utusannya tersebut.
"Kalau publik resah dan reshuffle diperlukan, ya silakan saja. Ini tergantung Pak Prabowo, mau bela rakyat atau Raffi,” ujar Hensat dikutip RMOL, Minggu (12/1/2025).
Baca Juga : Sikap Gus Miftah Dibandingkan dengan Raffi Ahmad
Langkah ini dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan publik sekaligus memastikan bahwa jabatan tersebut diisi oleh figur yang kompeten dan memiliki kontribusi nyata.
"Kenapa memilih Raffi Ahmad? Apakah memang karena pengikut di media sosialnya yang banyak atau apa? Padahal pada saat Raffi dilantik jadi utusan khusus, sedang ada ketidakpercayaan publik terhadap honoris causa yang dia dapatkan," tegas Hensat.
Baca Juga : Raffi Ahmad Ditagih Serangan Fajar, Usai Jeje Govinda ‘Menang’ Pilkada Bandung Barat
Keberadaan utusan khusus Presiden Prabowo Subianto dinilai lebih banyak menimbulkan kontroversi ketimbang menorehkan prestasi.
Jabatan yang sebelumnya tidak ada di era presiden sebelumnya, menjadi sorotan bukan hanya karena posisinya yang baru, tetapi juga karena pengisian jabatannya oleh selebriti seperti Raffi Ahmad.
(Dra/nusantaraterkini.co).
