Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Rezza Octavia melatih emosi, fokus, dan teknik dengan 1.000 anak panah per hari. Konsistensi dan akurasi membawanya ke Olimpiade Paris 2024.
Nama pepanah Rezza Octavia tercantum dalam daftar 29 atlet Indonesia yang berangkat ke Olimpiade Paris 2024. Rezza Octavia bakal turun di cabang olah raga panahan nomor individu dan recurve beregu putri.
Panahan Indonesia mengirimkan empat representasi di Olimpiade Paris 2024 yang akan digelar pada 26 Juli-11 Agustus 2024.
Baca Juga : Atlet Indonesia Cetak Sejarah 14 Keping Medali dalam Paralimpiade yang Digelar di Paris
Arif Dwi Pangestu, Diananda Choirunisa, Syifa Nur Afifah, dan Rezza Octavia akan menjadi harapan panahan Indonesia untuk meraih prestasi di Paris.
PP Perpani (Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia) menargetkan Rezza Octavia dkk bisa membawa pulang medali.
Panahan Indonesia ingin mengulang kisah sukses "Tiga Srikandi" yakni Kusuma Wardhani, Nurfitriyana Salim, dan Lilis Handayani yang mampu membawa pulang medali perak dari Olimpiade Seoul 1988.
Baca Juga : Lampaui Target dan Lutut Bengkak, Suryo Raih Medali di Paralimpiade 2024
"Persiapan menuju Paris ini sangat luar biasa ya. Saya dan tim diberikan program yang hampir mirip lah rasanya sama di pertandingan nanti," ujar Rezza Octavia, dilansir dari Antara.
"Persiapan khususnya seperti yang tadi dilihat, kami mulai dibagi ke dalam mix team, terus team match, sama individual match, seperti itu. Pokoknya simulasi-simulasi sebelum pertandingan," ujar Rezza Octavia lagi.
Rezza Octavia memastikan diri lolos ke Olimpiade bersama Syifa Nur Afifah, dan Diananda Choirunisa setelah tampil dalam seri ketiga Piala Dunia Panahan di Antalya, Turkiye, 20 Juni 2024.
Baca Juga : Meriahkan HUT ke-75 Tapsel, KONI Gelar Pertandingan Empat Cabor
Tim recurve beregu putri Indonesia kala itu menempati peringkat kesembilan dengan total skor 179,5. Keberhasilan memastikan partisipasi ke Olimpiade 2024 jelas terasa spesial, terlebih untuk Rezza Octavia.
Rezza Octavia untuk pertama kalinya akan mewakili Indonesia di ajang Olimpiade, sama seperti sang rekan Syifa Nur Afifah Kamal.
Sementara itu, Arif Dwi Pangestu dan Diananda Choirunisa sudah punya pengalaman mentas sebelumnya di Olimpiade Tokyo 2020.
Baca Juga : 11 Kontingen Kecamatan Berlaga di Cabor Arung Jeram Porkot XV Medan
Latihan 1.000 Anak Panah
Partisipasi di pesta olahraga terbesar dunia seperti Olimpiade menjadi anak tangga prestasi lain yang berhasil ditapaki oleh Rezza Octavia.
Rezza Octavia yang mulai menekuni dunia panahan pada usia 12 tahun sebelumnya sudah pernah mengharumkan nama Indonesia di ajang SEA Games.
Pada SEA Games 2021, atlet yang biasa disapa Rezza itu menggondol dua keping emas dari kategori recurve perseorangan dan recurve beregu campuran.
Sumbangsih Rezza memungkinkan Indonesia untuk menjadi juara umum panahan SEA Games 2021 Vietnam dengan raihan 5 emas, 1 perak, dari 10 nomor emas yang diperlombakan.
"Latihan 1.000 anak panah per hari (itu sangat membantu saya). Kami berlatih 1.000 anak panah per hari selama satu bulan. Kami juga ada jadwal latihan malam," kata Rezza kepada awak media di SEA Games 2021.
"Kalau menembak banyak anak panah itu terkadang kita jengkel sendiri. Apalagi latihannya jarak dekat," tutur Rezza yang sudah sering terjun di turnamen panahan internasional sejak usia dini.
Gaya memanah Rezza yang konsisten dan akurat tak datang dengan tiba-tiba.
"Menu latihan itu (1.000 anak panah) melatih banyak hal, mulai dari emosi, fokus, hingga konsistensi teknik. Semuanya terlatih di situ," ujar Rezza yang pada 2021 juga diberikan penghargaan sebagai atlet berprestasi KONI Jawa Timur.
Biodata Rezza Octavia
Nama: Rezza Octavia
Tempat lahir: Sidoarjo, Jawa Timur
Tanggal lahir: 25 Oktober 2000
Cabang: Panahan
Nomor lomba: Perseorangan dan recurve beregu putri
PRESTASI
SEA GAMES 2021
- Recurve perseorangan (medali emas), recurve beregu campuran (medali emas)
ISLAMIC SOLIDARITY GAMES 2021
- Recurve beregu campuran (medali emas)
(rsy/nusantaraterkini.co)
