Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Menjelang bulan suci Ramadan di tahun 2026, suasana Tempat Pemakaman Umum (TPU) Vespa, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, mulai dipadati peziarah.
Momentum ini membawa berkah tersendiri bagi para penjual kembang, salah satunya Tatang (53), yang telah 15 tahun mengais rezeki dari usaha musiman tersebut.
Baca Juga : Wali Kota Wesly Silalahi Pimpin Ziarah Nasional Jelang HUT ke-155 Pematangsiantar
Tatang mengaku bersyukur karena Ramadan selalu menjadi puncak rezeki bagi para pedagang kembang. Menurutnya, permintaan bunga tabur meningkat drastis karena banyak warga yang datang berziarah ke makam keluarga.
Baca Juga : Jelang Ramadan, Peziarah Padati TPU Puncak Sekuning Palembang Hingga Picu Kemacetan
“Alhamdulillah, Ramadan ini kita bisa bantu orang-orang yang nyekar. Usaha ini memang musiman, tapi kalau sudah masuk Ramadan biasanya rezekinya ada,” kata Tatang saat ditemui di TPU Vespa, Senin (16/2/2026).
Ia menjelaskan, harga satu paket kembang tabur yang biasanya hanya berkisar Rp30 ribu hingga Rp50 ribu, kini bisa naik menjadi Rp80 ribu hingga Rp90 ribu.
Baca Juga : Ditengah Bencana, Warga Aceh Tamiang Tetap Antusias Berburu Daging Kebutuhan Meugang
Begitu pula dengan bunga mawar yang biasanya dijual Rp25 ribu hingga Rp30 ribu, saat Ramadan bisa menembus Rp70 ribu per paket.
Baca Juga : Harga Daging Sapi Tembus Rp 170 ribu/Kg di Tapteng
“Sekarang ini harga naik karena permintaan juga tinggi. Orang banyak yang nyekar, jadi kembang cepat habis,” ujarnya.
Tatang mulai berjualan sejak awal pekan ini. Dalam sehari, ia bisa menghabiskan beberapa ember air kembang dan bunga tabur. Jika stok menipis, ia langsung mengambil kembali pasokan agar tidak kehabisan.
Meski penghasilan bersifat tidak menentu, Tatang mengaku tak pernah mematok tarif jasa kepada peziarah.
“Kalau dikasih ya kita terima, kalau nggak ya kita juga terima. Yang penting kita usaha,” katanya.
Lebih dari sekadar berdagang, Tatang memaknai usahanya sebagai bentuk ikhtiar hidup. Ia sadar rezeki bisa datang dan pergi, tetapi tetap percaya bahwa Allah akan selalu mencukupkan bagi yang mau bekerja.
“Namanya usaha pasti ada naik turunnya. Yang penting kita jalanin, dan alhamdulillah selalu ada rezeki,” ucapnya.
Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Tatang hanya berharap diberi kesehatan dan umur panjang agar tetap bisa berjualan.
“Kalau Allah kasih umur panjang dan kesehatan, kita masih bisa usaha. Nikmat iman, Islam, dan rezeki dari Allah, itu sudah cukup bagi saya,” pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
