Nusantaraterkini.co, XI'AN - Di tengah lautan bunga kanola berwarna keemasan di daerah pedesaan, sebuah karavan terlihat diparkir di jalan, sementara campuran antara aroma kopi dan bunga tercium di udara, menarik wisatawan dan mungkin juga beberapa lebah dan kupu-kupu dari berbagai penjuru.
Zhao Hongsheng, pemilik cafe keliling di Provinsi Shaanxi, Cina barat laut, menggunakan pengerasan suara untuk mempromosikan minuman yang terbuat dari biji kopi yang baru saja digiling kepada para pengunjung di wilayah Mianxian, Kota Hanzhong, yang sebagian besar mengunjungi lokasi ini untuk menikmati pemandangan bunganya yang ikonik.
“Pendapatan saya berjumlah sekitar 500 yuan (1 yuan = Rp2.296) per hari,” katanya kepada Xinhua.
Dia juga menyebutkan bahwa angka ini lebih rendah dibandingkan beberapa tahun yang lalu. “Jumlah wisatawan tidak berkurang, tetapi kini kami memiliki lebih banyak pesaing,” ungkap Zhao.
Baca Juga: 5.000 Ton Biji Kopi Indonesia Senilai Rp456 miliar Ditarget Masuk Pasar Mesir Tahun 2025
Berasal dari Kota Baoji di Shaanxi, Zhao sudah menjalankan bisnis cafe kelilingnya selama empat tahun. Dia membawa kendaraannya ke berbagai destinasi wisata pedesaan sesuai dengan musim, dan terkadang bahkan menjelajah hingga ke Daerah Otonom Uighur Xinjiang, yang juga terletak di China barat laut.
Dalam beberapa tahun terakhir, seiring dengan pendalaman revitalisasi pedesaan di Tiongkok, transportasi, fasilitas umum, dan layanan pendukung di daerah pedesaan negara itu meningkat secara signifikan. Area pedesaan, yang menawarkan pemandangan pedesaan dan kehidupan yang ideal, menarik banyak pengunjung, terutama kaum muda yang bekerja di kota-kota dengan budaya serba cepat, yang memilih untuk menghabiskan liburan dan akhir pekan mereka dengan berkemah atau mendaki di lingkungan pedesaan.
Menurut Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Tiongkok, pada kuartal pertama 2025, kawasan pedesaan di seluruh Tiongkok menerima 707 juta kunjungan dan meraup pendapatan yang mencapai 412 miliar yuan, meningkat masing-masing sebesar 8,9 persen dan 5,6 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Zhang Ling, seorang pejabat dari wilayah Mianxian, bekerja sama dengan penyelenggara festival bunga kanola dalam upaya untuk lebih mendongkrak sektor pariwisata.
“Kaum muda memiliki permintaan konsumen yang lebih beragam, sehingga berbagai peluang bisnis baru berpotensi muncul,” katanya.
Bagi para pengunjung seperti ini, kafe menjadi ruang penting untuk memenuhi keinginan mereka akan pengalaman pedesaan dan alam. Orang-orang seperti Zhao mengamati peluang bisnis yang muncul dari tren ini.
“Tanpa biaya sewa toko, kopi kami bisa dibanderol dengan harga lebih murah dibandingkan kafe-kafe di kota,” ujarnya.
Baca Juga: Magnet Queen Parrona Hotel by Sativa Hadirkan Nobar Timnas Indonesia & Cupping Fun Kopi Exclusive
Sementara itu, Zhou Hui dan istrinya, yang berasal dari Kota Chongqing di China barat daya, ikut mengikuti tren kafe keliling ini. Mereka memiliki sebuah kafe di Chongqing selama 10 tahun, sebelum menghabiskan 500.000 yuan untuk membeli sebuah kendaraan rekreasi (recreation vehicle /RV) pada tahun 2023. Kini, mereka dapat menjalankan bisnis sambil menikmati perjalanan.
“Kami baru saja menikmati pemandangan bunga sakura di Hubei, Cina tengah, saat kami mendapat informasi dari media sosial tentang festival pariwisata bunga kanola di Hanzhong,” kata Zhou.
Sejauh ini, mereka telah menempuh perjalanan mengikuti musim dan pemandangan di seluruh Tiongkok sejauh sekitar 50.000 kilometer. Selama sekitar 10 menit saat Zhou berbincang dengan Xinhua, kafe miliknya menerima banyak pelanggan yang membeli kopi dan es krim. Wang Chunyan, istri Zhou, mengatakan mereka sangat menikmati gaya hidup mereka.
“Putra kami telah lulus dari universitas dan mendapatkan pekerjaan, jadi kami tidak perlu lagi mengurusnya, memberi kami lebih banyak waktu luang untuk menikmati hidup,” katanya, sambil menambahkan bahwa mencari uang bukanlah alasan utama mereka memilih gaya hidup ini.
Penjualan RV di China meningkat secara stabil dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Asosiasi Dealer Mobil China (China Automobile Dealers Association), lebih dari 14.000 RV terjual pada tahun 2023, yang menandai peningkatan tahunan sebesar 22,41 persen. Hingga Oktober tahun lalu, total RV di negara itu mencapai sekitar 213.400 unit.
Pasangan suami istri tersebut akan melanjutkan perjalanan mereka ke kota kuno Xi'an, yang juga terletak di Shaanxi, sebelum pergi ke Qinghai yang lebih jauh di barat laut dan Daerah Otonom Mongolia Dalam di utara. Di sana, mereka berharap dapat menghindari teriknya musim panas. Di RV mereka, terdapat slogan yang menyoroti moto kafe keliling mereka, yaitu "jika kopi sudah dalam genggaman, kekhawatiran akan pergi" ( kopi di tangan, kekhawatiran berakhir ).
Jauh berbeda, seorang pemuda bernama Li Shiyi dari Provinsi Guizhou di China barat daya juga memulai perjalanan dengan kafe RV keliling miliknya. Tumbuh dewasa di pedesaan, dia bermimpi untuk menjelajahi dunia sejak berusia muda.
“Saat itu kondisi ekonomi saya tidak memungkinkan untuk melakukannya,” kenang Li. "Namun, kini saya bisa bepergian dengan RV saya." Li mengecat cafe kelilingnya dengan warna hijau, dengan tulisan besar di jendela yang bertuliskan "masa muda tak ternilai harganya".
(Zie/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
