Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bocah 2 Tahun Hanyut di Sungai Komering OKU Selatan, Tim SAR Perluas Pencarian hingga 10 KM

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian di aliran Sungai Komering, Kelurahan Bumi Agung, Kabupaten OKU Selatan, Jumat (10/4/2026). (Foto: dok SAR Palembang)

Nusantaraterkini.co, MUARA DUA - Seorang bocah laki-laki berusia dua tahun bernama Findo dilaporkan hilang saat bermain di dekat sungai.

Ia diduga tenggelam di aliran Sungai Komering, Kelurahan Bumi Agung, Kabupaten OKU Selatan pada, Kamis (9/4/2026) pukul 15.30 WIB.

Baca Juga : Terpeleset saat Main, Kedua Bocah Ditemukan Tewas di Sungai Deli

Saat kejadian, korban diduga terpeleset ketika sedang bermain di depan rumahnya, sebelum akhirnya hanyut terseret arus yang deras.

Baca Juga : Dua Bocah Hanyut di Sungai Deli, Syifa dan Sabil Ditemukan Meninggal Dunia

“Kami menerima informasi kejadian ini pada malam hari sekitar pukul 19.45 WIB dan langsung memberangkatkan satu tim rescue menuju lokasi. Saat ini tim SAR gabungan telah melakukan pencarian dengan metode penyisiran menggunakan perahu karet di sepanjang aliran Sungai Komering,” ujar Kepala Kantor SAR Palembang, Raymond Konstantin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/4/2026).

Operasi pencarian dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel dari Basarnas, TNI/Polri, BPBD, hingga masyarakat setempat.

Baca Juga : Dua Hari Hilang di Sungai Komering, Siswi SMP di OKU Timur Ditemukan Meninggal Dunia

Tim SAR gabungan membagi kekuatan menjadi dua unit pencarian (Search and Rescue Unit) guna menyisir permukaan air secara visual hingga radius 10 kilometer persegi ke arah timur laut dari titik awal kejadian.

Baca Juga : Tim SAR Temukan Jenazah Zainudin di Pinggir Sungai Komering Usai Hilang Sejak Jumat Malam

“Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur dan kami membagi tim menjadi dua SRU untuk memperluas area pencarian hingga kurang lebih 10 kilometer persegi ke arah timur laut,” jelasnya.

Selain fokus pada upaya pencarian, pihak berwenang juga memberikan peringatan keras kepada warga yang bermukim di bantaran sungai.

Baca Juga : Pasca dr Myta Wafat, Keluarga Desak Evaluasi Beban Kerja Dokter Internship

Pengawasan terhadap aktivitas anak-anak menjadi poin utama guna mencegah terulangnya kecelakaan fatal di wilayah perairan tersebut.

Baca Juga : Warga Tebat Layang OKU Selatan Temukan Mayat Perempuan di Tepi Sungai, Polisi Pastikan Murni Musibah

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya orang tua, agar selalu mengawasi anak-anaknya yang bermain di sekitar sungai guna menghindari kejadian serupa,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, keberadaan korban belum ditemukan dan tim di lapangan masih terus berjibaku menyisir aliran sungai meskipun terkendala kondisi alam.

Pihak berwenang memastikan bahwa operasi akan terus berjalan sesuai dengan prosedur tetap pencarian dan pertolongan yang berlaku.

(Tia/Nusantaraterkini.co)