Nusantaraterkini.co, Medan - Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) bekerjasama dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Lingkungan Hidup, melaksanakan pelatihan untuk mendukung upaya restorasi gambut dan rehabilitasi mangrove.
Kolaborasi ini bertujuan tidak hanya untuk mempercepat rehabilitasi ekosistem mangrove, tetapi juga untuk mengedukasi dan memberdayakan generasi muda serta masyarakat sekitar dalam menjaga kelestarian alam.
Baca Juga : Sidang Isbat Masih Berlangsung, Kemungkinan Idul Fitri 1447 H Berpotensi Berbeda
Baca Juga : Fatwa Muhammadiyah Soal Kripto Dinilai Perjelas Batas Halal Investasi Digital
Salah satu fokus utama dari kegiatan ini adalah rehabilitasi mangrove yang kini menjadi salah satu prioritas dalam upaya pelestarian lingkungan.
Kepala Kelompok Kerja Edukasi dan Sosialisasi BRGM, Suwignya Utama, menyebutkan bahwa pelatihan yang dilakukan tidak hanya melibatkan penanaman mangrove, tetapi juga pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan masyarakat desa.
Baca Juga : Zakiyuddin Harahap: Penanganan Banjir Rob Belawan Membutuhkan Peran Lintas Sektoral
"Kami tidak hanya ingin menanam pohon, tetapi juga ingin memperkuat peran masyarakat dalam menjaga ekosistem mangrove dan menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan mereka," jelasnya.
Baca Juga : Menilik Pesona Hutan Bakau di Bekasi Jawa Barat
Suwignya juga mengingatkan pentingnya langkah-langkah restorasi mangrove yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) No. 120 Tahun 2020.
Dalam peraturan tersebut, BRGM tidak hanya ditugaskan untuk mempercepat restorasi gambut, tetapi juga untuk mempercepat rehabilitasi mangrove yang kondisinya memerlukan perhatian serius.
Baca Juga : Kecelakaan Bus Halmahera, Perusahaan Masih Mendata Para Korban
"Pelatihan ini sangat penting karena dapat membantu masyarakat dan generasi muda untuk memahami urgensi rehabilitasi mangrove dan bagaimana mereka dapat berperan aktif dalam pelestarian alam," tambah Suwignya.
Baca Juga : Hadiri Perayaan Waisak, Rico Waas Tekankan Komitmen Medan yang Inklusif dan Harmonis
Pelatihan ini dilaksanakan melalui Program Desa Mandiri Peduli Mangrove yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa agar mereka dapat terlibat langsung dalam pemeliharaan ekosistem mangrove.
Harapannya, para peserta pelatihan, terutama kader muda Muhammadiyah, dapat menginspirasi orang lain untuk peduli terhadap lingkungan.
"Kami ingin mereka tidak hanya memahami pentingnya menjaga alam, tetapi juga mampu mengajak orang lain untuk berpartisipasi dalam pelestarian lingkungan," ujar Suwignya.
Tak hanya itu, kader-kader muda ini juga diharapkan dapat bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti kelompok pemerhati lingkungan, guna mencegah kerusakan lebih lanjut, termasuk penebangan liar yang dapat merusak ekosistem mangrove.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, Dr. Irwansyah, juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung gerakan pelestarian lingkungan, khususnya dalam rehabilitasi mangrove.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena sejalan dengan program-program sosial dan pendidikan yang telah kami jalankan. Melalui pelatihan ini, kami berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan lingkungan, sekaligus memberi dampak nyata bagi masa depan ekosistem mangrove," katanya.
(Cw9/Nusantaraterkini.co)
