Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Budiman Sindir Pihak yang Sebutkan Program Makan Siang dan Susu Gratis Pemborosan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Ilham Al Banjari
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran Budiman Sudjatmiko. (Foto: Ilham Al Banjari)

Budiman Sindir Pihak yang Sebutkan Program Makan Siang dan Susu Gratis Pemborosan

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran Budiman Sudjatmiko memberi penjelasan terkait program makan siang dan susu gratis untuk anak sekolah hingga ibu hamil yang menjadi program unggulan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo-Gibran. 

Baca Juga : Sikapi Situasi Kisruh Nasional, Aktivis 98 Resolution Network Dorong Bangun Dialog untuk Capai Resolusi Bersama

Budiman menyindir pihak yang menyebut program ini adalah program pemborosan anggaran dan program yang mengada-ngada.

Baca Juga : Budiman Sudjatmiko Tegaskan Dukung Prabowo Bentuk Rekonsiliasi untuk Ciptakan Posisi Sejarah

Menurutnya pihak yang menuding itu tidak memperhatikan masalah Indonesia sejak dulu adalah sumber daya manusia (SDM).

"Banyak orang bilang program memberikan makan siang gratis dan susu gratis untuk anak-anak sekolah sampai SMA bahkan ibu hamil itu program yang boros dan mengada-ngada. Teman-teman perhatikan nggak sih bahwa masalah kita adalah soal sumber daya manusia," kata Budiman dalam keterangan yang diterima Nusantaraterkini.co, Selasa (6/2/2024).

Baca Juga : Prabowo Tinjau Program Makan Siang di Sekolah Beijing

Budiman menyebut rata-rata nilai kecerdasan atau intelligent quotient (IQ) masyarakat Indonesia adalah 78,4. Menurutnya masalah ini yang menyebabkan Indonesia tak kunjung menjadi negara maju.

Baca Juga : Prabowo Tinjau Program Makan Siang di Sekolah Beijing

"Ini apa nggak terasa sebagai beban. Terasa nggak sih kita selama ini belum kunjung jadi negara maju karena sebagian disebabkan generasi muda kita, anak-anak kita, memang nggak kita amankan sejak dalam kandungan gizinya, proteinnya, kapasitas tumbuh otaknya, kapasitas ketahanan tubuhnya," sebutnya.

Budiman menegaskan bahwa karena masalah ini masyarakat Indonesia menganggap tidak boleh mempunyai cita-cita tinggi. Meski begitu, dia menilai sebagian lagi karena memang Indonesia sejak awal tidak menyiapkan generasi penerus bangsa untuk punya cita-cita tinggi.

Baca Juga : Gibran Ingin Temui Rivalnya di Pilpres, Relawan TKN: Contoh Baik Sebagai Kader Bangsa

"Sehingga program pak Prabowo, mas Gibran untuk memberikan makan siang gratis mulai dari janin, bayi sampai lulus SMA ini sebenarnya adalah suatu intervensi politik dari seorang pemimpin yang ingin betul-betul nyelamati masa depan Indonesia sejak dari embrionya, sejak dari dalam kandungannya," tegasnya.

Baca Juga : Pengamat: Pertemuan Rosan ke Megawati hanya Sekedar Silahturahmi Saja

Budiman menilai program makan siang dan susu gratis untuk anak sekolah dan ibu hamil ini membuat Prabowo-Gibran lebih unggul dalam konteks bagaimana melindungi rakyat Indonesia. Dia menegaskan keunggulan itu terletak karena Prabowo-Gibran melindungi rakyat sejak dalam kandungan.

"Calon-calon presiden lain selalu berbicara bagaimana melindungi rakyat Indonesia. Yang di mana pak Prabowo adalah sebenarnya ingin melindungi rakyat Indonesia sejak dia jadi calon rakyat, sebelum jadi rakyat, sebelum dia tercatat di kartu keluarga (KK), sebelum tercatat di akta kelahiran, sejak dalam kandungan, sejak jadi calon rakyat," terangnya.

Menurut Budiman, program konkret seperti ini tidak pernah terpikir pemimpin Indonesia dalam menyiapkan generasi penerus bangsa. 

"Bagi saya nggak ada itu istilah pemborosan untuk hal yang baik banget untuk Indonesia," pungkasnya.

(HAM/nusantaraterkini.co)