Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Bukan Angka, TKN Prabowo-Gibran Sebut Musuh Kita adalah Kemiskinan

Editor :  Annisa
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Source: DetikNews

Nusantaraterkini.co - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Rosan Roeslani, dalam sambutannya menyampaikan seperti yang dibacakan Komandan TKN Fanta (Pemilih Muda) Prabowo-Gibran, yaitu Arief Rosyid dalam acara bedah buku "Politik Gemoy: Keberpihakan Pemuda pada Prabowo-Gibran", menganggap Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD bukanlah musuh. Melainkan musuh yang sebenarnya adalah kemiskinan di Indonesia. 

"Musuh kita bukanlah Anies-Muhaimin maupun Ganjar-Mahfud. Tapi musuh kita adalah kemiskinan, keterbelakangan, dan hal-hal yang menghambat kemajuan bangsa," ujar Arief di Jakarta Pusat, Kamis (4/1/2024), dilansir Kompas.com.

Arief Rosyid menyampaikan ungkapan Prabowo bahwasanya jika ia menang, Menteri Pertahanan tersebut akan merangkul semua pihak, jikalau gagal, Prabowo berkomitmen akan mendukung yang terpilih.

Baca Juga : Prabowo Akan Bebaskan Komponen Biaya Beli Rumah untuk Warga Berpenghasilan Kecil

Frase Pak Prabowo menjadi viral saat ia menuturkan "Ketulusan membangun Indonesia itulah yang menyentuh hati rakyat. Kerendahan hati dari Pak Prabowo dan Mas Gibran untuk tidak membalas serangan dan ejekan secara agresif mendapat simpati. ‘Kita senyumin saja. Kita jogetin saja’.

Menurut Arief Rosyid, pandangan anak muda terkait paslon Prabowo-Gibran bukan sekedar memenangkan kompetisi dan menjatuhkan lawan, melainkan ingin membangun dan mewujudkan Indonesia Emas. 

 "Itulah awal mula politik gemoy. Keinginan Presiden Jokowi dan para ketua partai di Koalisi Indonesia Maju agar Pemilu 2024 berlangsung damai dan adem menemukan bentuk visualnya dalam gemoy. Pak Prabowo bukan sosok yang menakutkan. Politik bukan ranah yang menyeramkan," ucap Arief.

Baca Juga : Prabowo Tegaskan Bakal Pimpin Pemerintahan dari IKN: Presiden Ada di Ibukota

Dari pengalaman mengikuti Pemilu 2019 yang secara emosional cukup melelahkan, Arief dengan tegas menginginkan di kalangan masyarakat agar Pemilu 2024 menjadi pemilu yang menyatukan, yang merupakan ajang adu gagasan, dan bukan adu identitas.

Dengan begitu, politik menjadi ranah yang riang gembira, bukan yang penuh kebencian.

"Kenapa tidak, setelah membahas strategi pembangunan, kita tutup dengan joget? Dan semangat positif itulah yang ditanggapi secara positif juga oleh anak-anak muda Indonesia. Anak muda mengapresiasi hal itu dan Prabowo-Gibran mengapresiasi anak muda," ujar Arief.

(Ann/nusantaraterkini.co)