Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Langkah cepat kembali diperlihatkan Komisi Pemberantasan Korupsi dalam memberantas praktik korupsi di daerah. Kali ini, operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, yang menyeret nama orang nomor satu di wilayah tersebut.
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi senyap yang digelar pada Jumat (10/4/2026). Informasi tersebut dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, meski belum merinci lebih jauh terkait pihak lain yang ikut terjaring.
“Ya, yang diamankan termasuk Bupati Tulungagung,” ujar Fitroh singkat saat dikonfirmasi.
Baca Juga : KPK Jerat Bupati Tulungagung Gatut Sunu dalam Kasus Pemerasan, Ajudan Ikut Ditahan
Hingga saat ini, lembaga antirasuah itu masih mendalami konstruksi perkara yang melatarbelakangi OTT tersebut. Belum ada penjelasan resmi mengenai dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Gatut Sunu.
Sesuai prosedur, KPK memiliki waktu maksimal 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan. Publik pun kini menunggu kepastian, apakah kasus ini akan berkembang menjadi penyidikan besar atau justru melibatkan pihak lain di lingkaran kekuasaan daerah.
Nama Gatut Sunu sendiri bukan sosok baru di panggung politik lokal. Ia terpilih sebagai Bupati Tulungagung dalam Pilkada 2024 bersama wakilnya, Ahmad Baharudin, dengan perolehan suara 50,7 persen. Kemenangan tersebut menandai kepercayaan publik yang kini tengah diuji oleh kabar penindakan hukum ini.
Baca Juga : OTT di Tulungagung: KPK Amankan 16 Orang, Nama Bupati Gatut Sunu Ikut Terseret
OTT yang kembali menyasar kepala daerah ini menjadi pengingat bahwa praktik korupsi masih menjadi tantangan serius dalam tata kelola pemerintahan di Indonesia. Di sisi lain, langkah KPK juga menunjukkan komitmen untuk terus mengawasi penggunaan kekuasaan, tanpa pandang bulu.
Kini, sorotan publik tertuju pada perkembangan kasus ini. Apakah akan membuka babak baru dalam penegakan hukum di daerah, atau sekadar menjadi satu dari sekian banyak kasus yang mencuat lalu meredup?
(Dra/nusantaraterkini.co).
