Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Butuh Perbaikan, Komisi IX Dukung Penunjukan Dirjen Pajak dan Bea Cukai yang Baru

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota Komisi XI DPR Wihadi Wiyanto. (Foto: dok DPR)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR Wihadi Wiyanto mendukung penunjukan Dirjen Pajak Bimo Wijayanto dan Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama, yang baru dilantik Menteri Keuangan Sri Mulyani pekan lalu.

Ia menyebut kedua sektor ini memang sedang membutuhkan perbaikan.

“Saya mendukung apa yang sudah menjadi keputusan presiden untuk mengangkat Dirjen Pajak dan Dirjen Bea Cukai yang baru,” katanya, Selasa (27/5/2025).

Baca Juga: Anggota Komisi XI DPR Anis Byarwati: Penerimaan Negara Belum Optimal, Perlu Usaha yang Masif

Menurut Wakil Ketua Banggar DPR ini, penerimaan negara saat ini harus diintegrasikan dengan baik. Sebab itu, ia juga mendorong agar penerimaan pajak lebih baik.

“Karena memang pada saat ini kita sangat membutuhkan penerimaan negara yang benar-benar terintegrasi dan benar-benar mempunyai kekuatan untuk bisa mendapatkan penerimaan yang lebih baik, mengingat saat ini memang masih banyak yang harus dilakukan perbaikan-perbaikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melantik Bimo Wijayanto sebagai Direktur Jenderal Pajak menggantikan Suryo Utomo, dan Djaka Budhi Utama sebagai Dirjen Bea dan Cukai menggantikan Askolani.

Dirjen Pajak yang baru, Bimo Wijayanto sebelumnya menjabat sebagai Asisten Deputi Investasi Strategis di Kemenko Marves, serta pernah menjadi Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden.

Baca Juga: Legislator Khawatir Satgas PKH Gerus Penerimaan Negara dari Komoditas Sawit

Di lingkungan Kementerian Keuangan, Bimo dikenal sebagai Analis Senior yang berperan besar dalam pembentukan Center for Tax Analysis (CTA).

Sementara, Dirjen Bea dan Cukai yang baru, Djaka Budi Utama memiliki latar belakang seorang purnawirawan Letnan Jenderal TNI yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Utama di Badan Intelijen Negara (BIN).

(cw1/nusantaraterkini.co)