Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pada Oktober tahun 2023 lalu, sebanyak 12 mahasiswa Kota Medan mendapatkan kesempatan untuk melakukan studi banding ke Korea Selatan.
Para mahasiswa yang terdiri dari masing-masing 4 mahasiswa asal UINSU, USU dan UMSU tersebut diberangkatkan ke Gwangju, Korea Selatan oleh Pemko Medan setelah melalui rangkaian seleksi.
Baca Juga : Anies Baswedan: Generasi Emas Harus Kuasai AI Tanpa Kehilangan Integritas dan Daya Kritis
Salah satu mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan pertukaran mahasiswa tersebut adalah Larasati Rince Pratita Ritonga. Mahasiswi UINSU ini menceritakan, mendapatkan segudang pengalamannya mengikuti program tersebut. Apalagi selama di sana ia bisa mendatangi sejumlah lokasi penting dan terkenal.
Baca Juga : Siasat Bertahan di Tengah Inflasi, Kuliner Murah jadi Oase bagi Mahasiswa dan Pekerja di Medan
Larasati menjelaskan, setibanya di negeri ginseng itu, tepatnya pada 31 Oktober 2023 mereka langsung dibawa mengunjungi Gwangju Internasional Center. Menyusul kemudian, mereka pun berkesempatan mendatangi Penguin Village, Medeung National Park, Jeonju Hanok Village, Noctomare Art Gallery, Pulau Yeosu, National Cemetery, Gwangju City Hall, hingga Hwasun.
"Hal ini untuk belajar memahami culture dan kemajuan teknologi serta tatanan kota yang ada di sana. Kami pun baru pulang ke Medan, Indonesia pada tgl 7 November 2023," ungkapnya, Jumat (7/6/2024).
Baca Juga : Kecelakaan Bus Halmahera, Perusahaan Masih Mendata Para Korban
Menurutnya, perkembangan dunia digital yang semakin maju, tentu banyak hal yang perlu dirubah dari kebiasaan yang selama ini mengakar agar tidak kalah saing khususnya di bidang teknologi.
Baca Juga : Hadiri Perayaan Waisak, Rico Waas Tekankan Komitmen Medan yang Inklusif dan Harmonis
Untuk itu, meningkatkan pembelajaran dengan sharing culture dapat menjadi sebuah solusi agar mahasiswa atau pemuda di era sekarang bisa memiliki wawasan yang luas dan mampu bersaing sehat dan mendunia.
"Dapat diketahui bahwa Korea memiliki tingkat disiplin yang tinggi serta teknologi yang canggih," katanya.
Baca Juga : Barcelona Bakal Tur ke Asia, Tergetkan 20 juta Euro: Ini Calon Lawannya
Sementara, lanjutnya, Indonesia dikenal memiliki keragaman budaya, agama, dan sikap ramah.
"Jadi banyak hal-hal kecil yang mungkin dapat menjadi pembelajaran untuk ditukarkan antara dua negara ini melalui pemuda pemudinya," jelasnya.
Larasati menerangkan, bahwa Gwangju City dan Kota Medan merupakan sister city yang telah terjalin sejak tahun 1997. Karena itu, pemerintahan Kota Medan dan Gwangju bekerjasama untuk mengirimkan pemuda dan pemudinya mewakili kota masing-masing untuk saling bertukar mengenal pendidikan dan kebudayaan serta teknologi yang ada.
"Sebagai mahasiswa yang ikut serta dalam pertukaran tersebut saya sangat banyak mengambil pembelajaran baik itu tentang culture on time, kerapian, kebersihan dan kecanggihan teknologi di sana. Kemudian bisa memahami apa itu privasi dan menjaga perasaan orang lain serta pentingnya kenyamanan serta aset pendidikan di sana yang patut untuk diacungi jempol," paparnya.
Sedangkan kunjungan mahasiswa Korea ke Medan, lanjut Larasati, dilakukan pada tanggal 21-28 Februari 2024, kemarin. Saat itu, sebanyak 12 mahasiswa Kota Gwangju berkesempatan mengunjungi Kantor Walikota Medan, Kediaman Walikota Medan, Danau Toba, Istana Maimun dan sudut-sudut Kota Medan lainnya.
Selain itu, di sini mereka juga belajar mengenali dan memahami keragaman agama dan budaya di Indonesia melalui Kota Medan, serta tatanan kota. Saat di Medan, Larasati membeberkan, mahasiswa Korea tersebut mengungkapkan bahwa makanan di Indonesia sangat unik-unik.
"Walaupun Sekarang sudah kembali masing-masing ke kotanya, tapi komunikasi kami tetap berjalan dengan baik dan masih saling bertukar cerita melalui sosial media," katanya.
"Sungguh pengalaman yang berharga yang dapat diimplementasikan ilmu dan pengetahuannya di kehidupan sehari-hari," tandasnya.
(zie/nusantaraterkini.co)
