Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

China Luncurkan Pembangunan Proyek Teleskop Berpresisi Tinggi di 'Atap Dunia'

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Foto yang diabadikan pada 10 Juli 2025 ini menunjukkan orang-orang sedang mengunjungi sebuah planetarium di Kedu yang berada di wilayah Pingtang, Provinsi Guizhou, China barat daya. (Xinhua/Yang Wenbin)

Nusantaraterkini.co, XINING - China pada Sabtu (20/9/2025) meluncurkan pembangunan proyek observasi astronomi berskala besar baru, yaitu Teleskop Submilimeter 15 Meter Xue-shan-mu-chang (Xue-shan-mu-chang 15-meter SubMillimeter Telescope/XSMT).

Berlokasi di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan China dalam mengeksplorasi alam semesta yang dingin dan tersembunyi dengan mendirikan fasilitas berpresisi tinggi yang dapat mengatasi kekurangan signifikan dalam infrastruktur astronominya saat ini.

Dengan diameter 15 meter, teleskop tersebut akan ditempatkan di Kota Delingha, Provinsi Qinghai, China barat laut, pada ketinggian 4.800 meter di atas permukaan laut. Dipimpin oleh Purple Mountain Observatory yang berbasis di Nanjing di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences/CAS), proyek ini dijadwalkan rampung pada 2027.

Baca Juga : Prof Didik J Rachbini: Perkuat Perdagangan, Jangan Meninggalkan Jepang

Di alam semesta, proses pembentukan bintang dan planet sering kali tertutupi oleh debu antarbintang, yang tidak dapat ditembus oleh teleskop optik konvensional. Namun, fasilitas gelombang submilimeter mampu mengungkap gas atomik dan molekuler antarbintang yang dingin dan gelap, yang tersembunyi di balik debu tersebut. Fasilitas ini tidak hanya dapat mengungkap hukum pembentukan dan evolusi galaksi, tetapi juga menelusuri jejak asal-usul molekul yang berkaitan dengan kehidupan kosmis.

Observasi gelombang submilimeter memiliki ketentuan ketat terhadap kondisi lokasi, dan salah satunya adalah kadar uap air atmosfer di atasnya harus tetap rendah dan stabil.

Menurut para ilmuwan, lokasi teleskop tersebut terletak di jantung Dataran Tinggi Qinghai-Tibet, yang dikenal sebagai "atap dunia", dengan kondisi berupa dataran yang tinggi, gangguan manusia yang minim, dan kadar uap air yang sangat rendah, sehingga menjadikannya lokasi yang ideal untuk observasi.

Baca Juga : Piala Asia Wanita 2026: Empat Negara Kunci Tiket Semifinal dan Pastikan Lolos ke Piala Dunia 2027

China masih belum memiliki fasilitas observasi yang dibangun sendiri dan beroperasi secara rutin di bidang astronomi gelombang submilimeter. Fasilitas XSMT yang direncanakan tersebut akan mengisi kekurangan ini sekaligus mendukung penelitian astronomi terdepan China, kata para ilmuwan.

Li Jing, seorang peneliti di Purple Mountain Observatory, mengatakan bahwa XSMT akan berfokus pada empat bidang ilmiah, yakni astronomi ekstragalaksi, struktur Bimasakti, astronomi domain waktu (time-domain), dan astrokimia.

Dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada Jumat (19/9/2025) di jurnal berbahasa Inggris SCIENCE CHINA Physics, Mechanics & Astronomy, para ilmuwan juga memaparkan latar belakang, kemajuan konstruksi, dan rencana pengembangan proyek tersebut di masa depan.

Baca Juga : Anies Baswedan: Generasi Emas Harus Kuasai AI Tanpa Kehilangan Integritas dan Daya Kritis

Sebagai teleskop gelombang submilimeter canggih pertama yang dikembangkan secara mandiri oleh China, setelah rampung dibangun nanti XSMT diharapkan dapat bergabung dengan Event Horizon Telescope (EHT) generasi berikutnya, sebuah jaringan teleskop virtual seukuran Bumi. Dengan demikian, teleskop ini dapat berkontribusi dalam menangkap citra dinamis lubang hitam sekaligus meningkatkan daya saing internasional China di bidang astronomi, sebut artikel itu.

(fer/nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua

Baca Juga : Menaker: Pekerja Harus Siap Hadapi Perkembangan Teknologi, Termasuk AI