Nusantaraterkini.co, CARACAS-Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat pada awal Januari 2026 tidak hanya meruntuhkan satu figur pemimpin, tetapi juga menyingkap tabir kekuatan pasangan politik paling berpengaruh di Amerika Latin: Cilia Flores. Bukan sekadar pendamping di istana, Flores adalah pilar strategis, mentor hukum, dan mitra ideologis yang telah membentuk wajah kekuasaan Venezuela selama lebih dari satu dekade. Di balik senyum "Ibu Negara", tersimpan pengaruh yang merasuk hingga ke jantung institusi peradilan dan militer Caracas.
Kisah mereka adalah perpaduan antara cinta dan Chavismo. Bertemu sebagai sesama aktivis parlemen pada akhir 90-an, Flores sudah lebih dahulu menjadi kepercayaan Hugo Chávez sebagai pengacara yang membelanya usai kudeta gagal tahun 1992. Ketika Maduro naik takhta sebagai penerus Chávez pada 2013, Flores tidak hanya membawa restu pernikahan, tetapi juga jaringan loyalis yang tak tertandingi.
Baca Juga : Presiden Venezuela Maduro akan Ditahan di Pusat Penahanan di New York
Bagi para kritikus dan mantan pejabat yang melarikan diri, Flores dipandang sebagai otak yang jauh lebih taktis dibandingkan suaminya. Ia dikenal karena kemampuannya menempatkan orang-orang kepercayaan di posisi kunci pemerintahan, menjadikannya penjaga gerbang kekuasaan Maduro.
“Ia adalah figur yang sangat fundamental dalam korupsi di Venezuela, benar-benar fundamental, terutama dalam struktur kekuasaan. Banyak orang menganggapnya jauh lebih cerdas dan licik dibandingkan Maduro sendiri,” ungkap Zair Mundaray, mantan jaksa senior Venezuela, seeprti dilansir RMOL.
Kemitraan yang kokoh ini kini menghadapi ujian akhir di meja hijau Amerika Serikat. Dakwaan federal tidak hanya membidik sang Presiden, tetapi juga menyeret Flores dan putra mereka ke dalam pusaran tuduhan perdagangan narkoba internasional. Jika selama ini Flores dikenal sebagai "petarung" yang membela keterlibatan keluarganya dalam birokrasi, kini pembelaan tersebut harus diuji di tengah tuduhan konspirasi kriminal global.
Baca Juga : Partai Demokrat AS Tuduh Trump Bohongi Kongres soal Penangkapan Nicolas Maduro di Venezuela
Aliansi strategis yang bermula dari sel penjara Chávez dan memuncak di Istana Miraflores itu kini berada di titik nadir. Kejatuhan Maduro adalah juga kejatuhan Flores, membuktikan bahwa dalam politik Venezuela, cinta dan kekuasaan adalah dua sisi mata uang yang mustahil dipisahkan—bahkan saat badai ekstradisi menerjang.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
