Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dampak Bencana, 15.307 Warga di Kabupaten Agam Hidup dalam Pengungsian

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Salah satu lokasi terdampak bencana di Kabupaten Agam.(foto:BNPB)

Nusantaraterkini.co, AGAM-Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang dan tanah longsor yang dipicu oleh cuaca ekstrem telah memaksa lebih dari 15.300 penduduk di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, untuk mencari perlindungan di lokasi pengungsian hingga hari Rabu (03/12/2025). Pemerintah daerah bekerja tanpa henti untuk memastikan layanan darurat optimal bagi komunitas yang terkena musibah.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam per hari Selasa (02/12/2025), tercatat total 15.307 jiwa menempati pos-pos pengungsian yang tersebar di tujuh kecamatan. Populasi pengungsi terbanyak berada di Kecamatan Tanjung Raya dengan 9.198 jiwa, diikuti oleh Malalak dengan 2.419 jiwa, dan Palembayan dengan 1.511 jiwa. Selain itu, Kecamatan Tanjung Mutiara menampung 901 jiwa, IV Koto 778 jiwa, Ampek Nagari 400 jiwa, dan Palupuh 100 orang.

Baca Juga : Bencana Cuaca Ekstrem Agam: 74 Orang Meninggal, 78 Warga Masih dalam Pencarian 

"Pos komando (Posko) utama penanganan bencana diaktifkan di balairung rumah dinas Bupati Agam, sementara 13 pos lapangan didirikan di berbagai kantor kecamatan untuk mengoordinasikan mobilisasi sumber daya," ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Rabu (3/12/2025).

​Dalam upaya memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, khususnya makanan dan minuman, Posko telah mengoperasikan total 26 dapur umum. Fasilitas ini beroperasi melalui mobil dapur umum, tenda darurat, dan bahkan di rumah-rumah warga. Untuk mencapai lokasi-lokasi yang masih terisolasi, bantuan logistik, termasuk pasokan untuk dapur umum dan kebutuhan esensial lainnya, secara terus menerus dikirimkan melalui jalur udara.

Kerugian material akibat bencana ini cukup signifikan. Hingga hari Selasa (2/12) pukul 20.00 WIB, BPBD mencatat sebanyak 465 rumah mengalami kerusakan berat, 188 rumah rusak sedang, dan 406 rumah rusak ringan. Infrastruktur publik juga mengalami kerusakan parah, mencakup 10 titik jembatan yang putus, 25 titik jalan rusak, 6.780 meter jaringan air, dan 102 unit fasilitas pendidikan.BPBD masih dalam proses pendataan dan verifikasi detail kerusakan di lapangan.

Baca Juga : Update Korban Bencana di Sumbar:  22 Orang Meninggal, 10 Orang dalam Pencarian

Pemerintah daerah Agam, bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), fokus pada perbaikan infrastruktur darurat untuk memulihkan akses, memfasilitasi distribusi bantuan, dan mendukung mobilisasi warga.

Sejumlah alat berat dikerahkan untuk mengatasi kerusakan jalan dan jembatan. Sebanyak 10 alat berat dioperasikan di beberapa kecamatan, termasuk Tanjung Raya, Matur, Malalak, Ampek Nagari, IV Koto, dan Lubuk Basung. Rencananya, lima unit alat berat tambahan akan dikerahkan untuk mempercepat proses penanganan, di antaranya tiga unit dari United Tractor dan masing-masing satu unit dari Zipur dan Kota Payakumbuh.

Di sisi lain, dukungan jaringan komunikasi datang dari Komdigi, dengan pemasangan peralatan di tiga lokasi: Jorong Bukik Malanca di Nagari Malalak Timur (Kecamatan Malalak), Posko Tim Koto Alam di Nagari Salareh Aia (Kecamatan Palembayan), dan Posko Utama BPBD di Lubuk Basung. Disebutkan pula bahwa tiga kecamatan di Kabupaten Agam—Sungai Pua, Candung, dan Ampek Angkat—tidak merasakan dampak bencana secara signifikan.

“Pemerintah daerah terus berupaya melakukan penanganan darurat, khususnya pelayanan warga terdampak,” pungkasnya.

(*/Nusantaraterkini.co)