Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Datang dari Berbagai Penjuru Nusantara, Kisah Perjuangan para Pelajar yang Dikukuhkan sebagai Paskibraka Nasional

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Para pelajar dikukuhkan menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional tahun 2025 di Istana Negara, Jakarta, pada Sabtu (16/8/2025). (Foto: BPMI Setpres)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Rasa bangga, haru dan penuh semangat terpancar dari wajah para pelajar yang baru saja dikukuhkan menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional tahun 2025 di Istana Negara, Jakarta, pada Sabtu (16/8/2025).

Para pelajar datang dari berbagai penjuru Nusantara, membawa cerita perjuangan masing-masing hingga terpilih mengemban amanah mengibarkan sang Merah Putih di Istana Merdeka.

Paskibraka dari Papua Barat, Ritha Lovely Chantika Febiolla Ayomi tak kuasa menyembunyikan rasa bahagia sekaligus terharu saat dipercaya menjadi pemimpin upacara dalam pengukuhan hari ini.

Baca Juga : Kukuhkan 173 Paskibraka Sumut, Bobby Nasution Sebut Pernah Bercita-cita Jadi Paskibraka saat SMA tapi tak Tercapai

“Campur aduk. Ada bahagia dan terharu,” ucapnya, mengutip Setpres.

Perjalanan Ritha menjadi Paskibraka tingkat nasional dimulai sejak mengikuti paskibraka dari tingkat sekolah, kabupaten, provinsi, hingga akhirnya lolos ke tingkat nasional. Baginya, semua tahap itu adalah anugerah.

"Pertama itu saya ada ikut paskibraka sekolah. Tahun 2025 saya ada ikut seleksi paskibraka kabupaten terus ke provinsi dan puji tuhan ke nasional. Dan nasional juga puji tuhan lolos,” tuturnya.

Sementara dari Papua Selatan, kisah penuh keteguhan hati datang dari Abraham Sarau. Ia mengaku sangat bahagia dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka meski perjalanan menuju titik ini penuh tantangan yang membuatnya hampir menyerah.

Baca Juga : Khidmat dan Penuh Haru, Rico Waas Kukuhkan Paskibraka Kota Medan 2025

“Kami sempat beberapa kali menyerah cuman karena semangat dari teman-teman saya yang saking membaranya membuat jiwa kami menjadi satu,” ungkapnya.

Di balik perjuangannya, Abraham mengatakan bahwa dirinya mendapat dukungan besar dari sekolah, guru, hingga orang tua. Abraham pun berharap upacara besok berjalan dengan lancar dan dirinya dapat menampilkan yang terbaik.

Sementara itu, Paulus Gregorius Afrizal dari Nusa Tenggara Timur merasa bangga dapat mewakili daerahnya. Bagi Paulus, masa latihan adalah pengalaman yang berharga.

Baca Juga : Tinjau Latihan Paskibraka Aceh Timur Bupati: Kalian Putra-Putri Terpilih

“Latihannya tiap hari kami cukup konsisten dan juga kami jaga kesehatan untuk berjalannya lancar upacara besok,” kata Paulus.

Dalam kesehariannya, Paulus menceritakan bahwa dirinya juga berdagang jagung bakar di akhir pekan untuk membantu ekonomi keluarga. Meski demikian, Paulus tetap membagi waktu untuk bersekolah dan berlatih karate.

“Saya juga mau membantu ekonomi keluarga saya dan saya tidak dipaksa oleh siapapun karena kemauan sendiri saya ingin membantu orang tua saya. Untuk memperingan beban orang tua saya. Dan saya juga bisa menyisihkan waktu untuk sekolah, latihan. Saya juga seorang atlet karate. Saya dapat menyisihkan waktu saya untuk berjualan, latihan dan juga bersekolah,” kisahnya.

(zie/Nusantaraterkini.co)